India Panggil Diplomat Pakistan Terkait Baku Tembak di Kashmir

Internasional  MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 04:00 WIB

India Panggil Diplomat Pakistan Terkait Baku Tembak di Kashmir

foto/net

India pada Sabtu (21/11) memanggil diplomat senior Pakistan atas apa yang dikatakan New Delhi sebagai serangan yang berhasil digagalkan pada Minggu ini di wilayah perbatasan Jammu dan Kashmir oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan, tuduhan yang kemudian dibantah oleh negara tetangganya itu.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan pada Jum'at (20/11), bahwa pembunuhan empat militan Jaish-e-Mohammed dalam baku tembak dengan pasukan keamanan India, dan penemuan sejumlah besar senjata dan bahan peledak dari mereka, mengindikasikan bahwa mereka berencana untuk "mendatangkan malapetaka besar dan kehancuran" di wilayah itu menjelang pemilihan kepala daerah di sana.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan, bahwa protes telah diajukan kepada dakwaan Pakistan di New Delhi.

"India menegaskan kembali tuntutannya, agar Pakistan memenuhi kewajiban Internasional dan komitmen bilateral untuk tidak mengizinkan wilayah mana pun di bawah kendalinya di Jammu Kashmir digunakan untuk aksi terorisme melawan India dengan cara apapun," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari ArabNews.

Namun Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak tuduhan Narendra Modi yang dianggapnya tidak berdasar.

"Kami memandang ini sebagai bagian dari upaya putus asa India untuk mengalihkan perhatian Internasional dari terorisme di (Kashmir yang dikuasai India) dan dukungan negara atas terorisme terhadap Pakistan," kata kementerian tersebut pada Jum'at (20/11) malam setelah komentar Modi di akun Twitternya.

Ketegangan antara dua negara bertetangga itu menajam sejak Agustus lalu, ketika pemerintah Modi mengakhiri otonomi satu-satunya wilayah mayoritas Muslim itu. Kashmir juga diklaim oleh Pakistan.

Awal bulan ini, Pakistan mengatakan telah mengumpulkan dokumen dengan bukti bahwa militansi di dalam perbatasannya didukung oleh India untuk menargetkan investasi China, dan bahwa operasi ini sedang dijalankan di negara tetangga Afghanistan.

Namun India menyebut tuduhan Pakistan itu sebagai "khayalan imajinasi."

India akan mengadakan pemilihan umum tingkat distrik bulan ini di Jammu dan Kashmir. Ini merupakan pemilihan pertama di Jammu Kashmir sejak pemerintah federal mencabut status negara bagian itu lebih dari setahun yang lalu. [mt]


Komentar Pembaca