Viral Pencopotan Baliho HRS di Palembang, FPI Sebut Tindakan Lucu

Tentang Sumsel  SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 20:25 WIB | Irmayani

Viral Pencopotan Baliho HRS di Palembang, FPI Sebut Tindakan Lucu

net

Moeslim Choice. Petugas gabungan turun tangan untuk melakukan pencopotan baliho gambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Palembang menjadi viral di media sosial.

Diduga baliho dengan gambar Rizieq Shihab yang terpampang besar itu ada di di Depan Universitas Bina Darma Plaju, Palembang.

Ada dua lokasi penertiban pada Jumat (20/11/2020) malam. Lokasi pertama ada di Jalan A. Yani Kelurahan 8 ulu Kecamatan SU I atau tepatnya di samping gedung kampus utama Universitas Bina Darma Palembang.

Lokasi kedua ada di Jalan Radial tepatnya di simpang empat lampu merah gedung Palembang Indah Mall (PIM).

Sementara itu berdasarkan keterangan tertulis Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji S.Ik mengatakan, penertiban itu adalah untuk menciptakan situasi aman dan kondusif bagi warga Kota Palembang.

"Maka untuk menciptakan situasi aman dan kondusif itu adalah dengan melaksanakan penertiban baliho atau reklame Habib Muhammad Rizieq untuk menyikapi isu nasional," ujarnya.

Penertiban itu dilakukan oleh aparat gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dinas PRKP Palembang.

Sementara Pan Menwas Polrestabes Palembang Kompol Rivanda saat dikonfirmasi mengatakan, pencopotan baliho tersebut diduga melanggar etika sosial.

"Tujuan pencopotan baliho tersebut karena sudah melanggar etika sosial dan etika hukumnya di lapangan," ujar Rivanda, Sabtu (21/11/2020).

Rivanda menjelaskan, dalam pencopotan baliho tim gabungan sudah mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Kita tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak lupa mencuci tangan pada saat melakukan kegiatan tersebut," tutupnya.

Sementara, Front Pembela Islam (FPI) wilayah Sumsel menanggapi santai tindakan pencopotan baliho dan reklame gambar Habib Rizieq yang dilakukan aparat gabungan di Palembang, Jumat (21/11/2020) malam.

Mereka justru berterima kasih dengan adanya tindakan tersebut.

"Karena itu baliho selamat datang, dan sekarang Habib Rizieq sudah datang. Ya kami justru berterimakasih karena sudah dibantu menurunkan," ujar Ketua FPI Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Shahab, Sabtu (21/11/2020).

Sebelum pencopotan baliho tersebut dilakukan, Mahdi berujar, tidak ada koordinasi dari aparat kepolisian kepada FPI.

Menurutnya, ini adalah tindakan lucu apabila untuk menurunkan satu baliho saja harus sampai menurunkan pasukan yang berasal dari aparat gabungan.

"Karena semestinya itu tugas gampang. Terkait perizinan baliho, itu jadi urusan antara pemerintah kota dengan pihak advertising. Ya kalau mau dicopot, tinggal dihubungi oleh dinas terkait. Pasti itu dicopot dan semua urusannya selesai. Kenapa mesti pakai mobil ramai-ramai, ada aparat gabungan juga. Itu lah kenapa saya bilang tindakan itu lucu," ujarnya.

Justru, kata dia, tindakan aparat terhadap baliho Habib Rizieq akan semakin menunjukan bahwa pemimpin FPI tersebut merupakan orang besar yang dicintai masyarakat. [irm]


Komentar Pembaca