Waspadalah, Upaya Separatisme Dibangun di Medsos

Polhukam  SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 16:20 WIB

Waspadalah,  Upaya Separatisme Dibangun di Medsos

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta seluruh masyarakat Indonesia waspada dalam menggunakan media sosial (medsos). Juga mengantisipasi adanya gerakan separatisme dengan narasi tidak percaya pada pemerintah, jika tidak maka Indonesia akan mengalami fenomena Arab Spring.

Menurut Panglima TNI, media sosial telah digunakan sedemikian rupa sebagai alat propaganda.

"Media sosial yang lahir karena adanya dunia maya, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lain-lain ternyata dapat pula dijadikan sebagai alat komunikasi politik.  Media sosial menjadi alat yang mudah dan berjangkauan luas untuk melakukan berbagai gerakan sosial politik di berbagai negara," papar Panglima pada webinar bertajuk Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara dari Aksi Separatisme di Dunia Maya, Sabtu, 21 November 2020..

Lebih lanjut ia mengatakan, "Salah satu contoh peran dunia maya sebagai media gerakan sosial politik adalah fenomena Arab Spring yang terjadi di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara satu dekade yang lalu."

Menurut Hadi, fenomena Arab Spring yang terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara itu bertujuan ingin mengganggu pemerintah yang sah.

"Kekuatan mobilisasi massa melalui dunia maya khususnya Facebook mampu mengguncang masyarakat dan bahkan menumbangkan kekuasaan pemerintah," kata dia.

Sementara itu di Indonesia, kata Hadi, harus disadari media sosial sudah dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf. Dengan pengunaan dan jangkauan yang luas, media sosial menjadi alat yang efektif untuk melakukan perang informasi ataupun perang psikologi.

 "Sekarang kita mengenal hashtag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," kata dia.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu menambahkan, Indonesia dalam beberapa minggu terakhir diramaikan dengan sejumlah isu. Menurut Hadi, hal itu membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, terpolarisasi dan dibenturkan satu sama lain.

"Terdapat pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat," kata dia.

Oleh karena itu, kata Hadi, segenap anak bangsa harus mengantisipasi adanya upaya separatisme di dunia maya ini.[ros]


Komentar Pembaca