Wuih! Asem, Fadli Zon Disuruh Baca UU tentang TNI

Polhukam  SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 08:45 WIB

Wuih! Asem, Fadli Zon Disuruh Baca UU tentang TNI

MoeslimChoice. Gara-gara cuitannya mengkritik aparat TNI membersihkan baliho-baliho imam besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS), Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon disarankan mundur. Ia diminta tinggalkan jabatannya itu dan gabung ke FPI.

Pernyataan itu disampaikan mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, yang tidak setuju  Fadli Zon menyudutkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang memerintahkan pencopotan baliho-baliho HRS.

Sebelumnya di akun Twitternya, Fadli Zon mengkritik Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman yang memerintahkan pencopotan baliho HRS.

"Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan dan tupoksi TNI. Sebaiknya jangan semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lagi “dwifungsi ABRI” imbangi “dwifungsi polisi”," Fadli Zon menulis, Jumat (20/11/2020).

Pernyataan Fadli Zon memang terasa nyelekit, bahkan ia mengusulkan Pangdam Jaya tersebut dicopot. Hal ini yang membuat Ferdinand tak terima.

"Pernyataan ini sangat disesalkan keluar dari seorang Fadli Zon yang notabene adalah anggota DPR Komisi satu yang semestinya mengerti dan memahami kondisi politik nasional serta mengetahui tugas TNI selain perang," tegas Ferdinand.

Sangat pedas kritik yang disampaikan Ferdinand, sebab ia sampai menyarankan Fadli Zon membaca lagi ketentuan di Undang-undang No. 34/2004 tentang TNI.

"Tidak cukup hanya membacanya tetapi harus memahaminya dengan baik. Membersihkan gorong-gorong saja TNI boleh, apalagi menegakkan hukum, membersihkan Jakarta yang jadi wilayah teritorial Pangdam Jaya dari pencemaran baliho-baliho tak berizin," katanya.

Ditegaskan Ferdinand, keteguhan Mayjen Dudung memerintahkan pencopotan baliho HRS adalah tindakan yang benar. Karena salah satu tugas TNI adalah membantu pemerintah daerah dan membantu Polri menegakkan kamtibmas.

Apalagi, katanya, baliho-baliho itu tanpa izin dan membuat wajah Ibu Kota Jakarta semakin semrawut dan amburadul. Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak berani menurunkannya.

"Sementara gubernur tampak takut dan tak berani menertibkan baliho tersebut, maka wajar bila TNI turun membantu terlebih situasi politiknya memang layak dibantu oleh TNI," ujar Ferdinand.

Dia menambahkan, Fadli Zon seharusnya berterima kasih kepada TNI karena membuat wajah Jakarta menjadi rapi kembali dan baliho liar tidak lagi menutupi Ibu Kota. Bukan justru meminta Pangdam Jaya dicopot dari jabatannya.

"Bukan malah meminta Pangdam diganti karena bekerja benar. Sebaiknya Fadli mundur saja dari DPR dan bergabung dengan FPI daripada posisinya menyalahkan TNI yang sudah benar dan membela yang salah," tandas Ferdinand.[ros]


Komentar Pembaca