Soal Bubarkan FPI, Pangdam Jaya Dapat Dukungan Politisi

Polhukam  SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 07:40 WIB

Soal Bubarkan FPI, Pangdam Jaya Dapat Dukungan Politisi


MoeslimChoice. Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyatakan, apabila perlu FPI (Front Pembela Islam) dibubarkan saja, mendapat dukungan politisi Senayan. Di adalah Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan TB Hasanuddin.

"Usul pembubaran FPI ini, saya harus direspons negara. Bila ternyata nanti secara hukum ormas FPI ini terbukti melanggar dan kemudian harus dibubarkan, maka bubarkan, tak usah ragu, tak usah takut," tegas Hasanuddin dalam pernyataannya yang diterima, Jumat (20/11/2020).

Bukan hanya politisi, dukungan agar pemerintah membubarkan FPI sontak mengemuka sejak Pangdam Jaya mengeluarkan statement tersebut. Terbukti hashtag #BubarkanFPI yang menjadi trending di Twitter.

Pernyataan bila perlu FPI harus dibubarkan, disampaikan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman kemarin. Saat itu ia menanggapi video viral di media sosial bertajuk "Baju Loreng Pereteli Baliho Habib Rizieq Shihab".

Menanggapi itu, Pangdam Jaya dengan tegas mengakui bahwa yang melakukan pencopotan adalah Anggota TNI, atas perintahkan.

Ia bahkan menyebut apabila perlu FPI dibubarkan saja, menyusul banyaknya kegiatan melanggar aturan yang dilakukan ormas tersebut.

TB Hasanuddin mengapresiasi ketegasan Pangdam Jaya yang juga memerintahkan anggotanya untuk menurunkan baliho-baliho bergambar Habib Rizieq Shihab yang melanggar aturan.

Hasanuddin mengatakan, pembubaran ormas, termasuk FPI, memang ada prosedur yang harus ditempuh dan proses yang harus dilalui sebelum sampai pada tahap keputusan apakah organisasi tersebut dibubarkan atau tidak. Di sisi lain, purnawirawan jenderal bintang dua TNI AD itu meyakini Pangdam Jaya memiliki alasan kuat hingga mengusulkan pembubaran FPI.

Pangdam Dudung menegaskan, pencopotan baliho-baliho HRS terkait dengan pemasangan spanduk dan baliho yang bermuatan ajakan revolusi dan provokatif dari pimpinan FPI.

"Itu perintah saya, berapa kali Satpol PP turunkan dinaikkan lagi. Jadi, siapa pun di republik ini. Ini negara hukum harus taat hukum. Kalau pasang baliho, jelas aturan bayar pajak, tempat ditentukan. Jangan seenak sendiri, seakan-akan dia paling benar," kata Dudung.

Dudung mengatakan semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, dan apabila FPI tidak taat terhadap hukum bisa dibubarkan.

"Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja," kata Mayjen Dudung Abdurachman usai Apel Kesiagaan Pasukan Bencana di Jakarta.[ros]


Komentar Pembaca