Arab Saudi Buka Perbatasan dengan Irak di Arar Setelah 30 Tahun

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 21:00 WIB

Arab Saudi Buka Perbatasan dengan Irak di Arar Setelah 30 Tahun

foto/net

Arab Saudi dan Irak sepakat membuka perbatasan Arar untuk perdagangan untuk pertama kalinya dalam 30 tahun pada Rabu (18/11).

Perbatasan Arar telah ditutup sejak tahun 1990, ketika Kerajaan Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Irak, setelah invasi Saddam Hussein ke Kuwait. 

Normalisasi hubungan kedua negara dimulai pada 2015, ketika Arab Saudi membuka kembali kedutaan besarnya di Baghdad. Pada Juli, negara-negara tersebut menandatangani perjanjian investasi di bidang energi dan olahraga.

"Hubungan Saudi-Irak telah terputus ... tapi sekarang kami merayakan normalisasi hubungan kedua negara," kata Duta Besar Saudi untuk Irak, Abdul Aziz Al-Shammari.

"Kami menyambut baik semua produk Irak untuk diekspor ke Arab Saudi, dan melalui perbatasan ini, akan terjadi pertukaran kunjungan antara kedua negara," tambah Al-Shammari.
 
Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman. 

Perdana Menteri akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Mei lalu, tetapi kunjungan itu dibatalkan ketika Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz dirawat di rumah sakit. 

Menteri Irak lainnya telah mengunjungi Riyadh dan delegasi tingkat atas Saudi, juga telah melakukan kunjungan perjalanan ke Baghdad pekan lalu.

Arab Saudi ingin membantu Irak mengatasi masalah ekonominya, analis politik Saudi dan sarjana hubungan internasional, Dr. Hamdan Al-Shehri, mengatakan kepada Arab News. 

"Ekonomi dapat menyelamatkan apa yang telah dihancurkan politik,” kata Al-Shehri.

"Kerja sama ekonomi diharapkan akan menghasilkan kolaborasi yang lebih bermanfaat dan beragam di masa depan, di bidang keamanan dan lainnya. Saudara-saudara kita di Irak tahu, bahwa Arab Saudi tidak seperti negara lain. Ia mengulurkan tangannya untuk membangun, bukan menghancurkan," tambahnya. [mt]
 


Komentar Pembaca