Muhammadiyah Minta Umat Islam Hilangkan Fitnah dan Ujaran Kebencian

Nasional  RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 20:46 WIB | Sunarya Sultan

Muhammadiyah Minta Umat Islam Hilangkan Fitnah dan Ujaran Kebencian

Foto/net

Moeslimchoice | Seluruh umat Islam di Indonesia diminta Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir untuk tidak saling menghujat dan menaruh curiga satu sama lain. Permintaan tersebut disampaikan dalam pidato puncak perayaan Milad ke-108 Muhammadiyah yang digelar secara virtual pada Rabu (18/11/2020).

"Tidak perlu bersesal diri, menebar curiga dan saling menghujat dalam menyelesaikan masalah bangsa. Itu bisa dilakukan dengan kebersamaan, persatuan dan kemampuan yang kita miliki," ujar Haedar.

Dalam pidato tersebut, Haedar juga menyampaikan agar umat Islam sebagai mayoritas agama penduduk Indonesia wajib memposisikan diri sebagai aktor pemecah pelbagai masalah kebangsaan. Bukan sebaliknya, justru menjadi agen pembawa masalah bagi kehidupan berbangsa.

"Warga Muhammadiyah juga harus tetap bersemangat dalam memajukan usaha-usaha dan menyelesaikan masalah seberat apapun," pungkas Haedar.

Selain itu, Haedar juga meminta umat Islam untuk menghilangkan fitnah, ujaran kebencian hingga rasa saling curiga saat berhubungan melalui media sosial.

Dia menyebutkan, perilaku negatif tersebut hanya akan memperberat masalah bangsa ke depannya.

"Ini akan menambah berat masalah bangsa dan berpotensi bisa menyebabkan disintegrasi nasional," tukas Haedar.

Haedar kemudian mendorong seluruh warga Indonesia tetap menjaga rasa Bhinneka Tunggal Ika dan prinsip gotong royong dalam kehidupan. Ia juga mengingatkan warga untuk menjauhi egoisme dan kepentingan sempit golongan.

"Jika terdapat masalah di tubuh bangsa. Temukan titik temu demi keutuhan bersama" pinta Haedar.

Sebagai informasi, Rabu (18/11/2020) hari ini, PP Muhammadiyah menggelar milad atau hari lahir organisasi. Peringatan tahun ini mengangkat tema "Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri".

Resepsi milad 108 tahun Muhammadiyah digelar secara virtual di tiga titik yakni di Yogyakarta dari Kantor PP Muhammadiyah, Masjid At-Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat, dan dari Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). [ary]


Komentar Pembaca