Mendapat Hidayah

Kajian  SENIN, 09 NOVEMBER 2020 | 08:00 WIB

Mendapat Hidayah

KH Luthfi Bashori/fb

HIDAYAH adalah terbukanya hati seseorang untuk menerima Allah SWT sebagai Tuhan, dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran ajaran Islam sebagai agama yang harus dijalankan.

Rusyd (petunjuk kebenaran) adalah pemeliharaan ilahiyah yang membantu manusia ketika menghadapi berbagai urusan, hingga menguatkannya dalam urusan kebaikan dan melemahkannya dalam urusan yang bisa menyebabkan kerusakannya.

Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun) dan Kami mengetahui (keadaan)-nya.” (QS. Al-Anbiya’, 57).

Seseorang yang mendapat hidayah itu adakalanya, semula ia kafir kepada Allah SWT lantas beriman menyakini ketuhanan Allah. Atau semula ia muslim, namun tidak mengamalkan ajaran Syariat Islam, lantas timbul kesadaran hingga berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani hidup yang sesuai dengan ajaran Syariat.

Hidayah itu diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang Dia kehendaki, hingga menjadi kebaikan bagi kehidupan mereka baik di dunia maupun di akhirat. Hidayah itu hampir sama dengan rezeki, jika sudah datang kepada seseorang maka tiada apapun pun yang dapat mencegahnya.

Seseorang yang ingin mendapatkan hidayah demi kebaikan bagi dunia maupun akhiratnya, maka hendaklah ia mencari dan menyambut hidayah, seperti upaya mendekat kepada perkumpulan orang-orang shaleh, membaca buku karya para ulama, mendatangi tempat ibadah, hadir majelis dzikir serta tempat pengajian, dan lain sebagainya.

Para pencari hidayah itulah yang paling seringkali diperhatikan olerh Allah, hingga Dia berkenan membuka hati mereka untuk menerima hidayah dari Allah, sebagaimana yang selalu mereka cari. Jadi, sebaiknya hidayah itu jangan ditunggu saja tanpa ada upaya, namun hendaklah hidayah itu dicari hingga dapat.[***]

OLEH: KH. LUTHFI BASHORI


Komentar Pembaca