Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Muslim Kecam Pernyataan Macron yang Menghina Nabi Muhammad SAW

Internasional  SABTU, 31 OKTOBER 2020 | 22:20 WIB

Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Muslim Kecam Pernyataan Macron yang Menghina Nabi Muhammad SAW

foto/net

Polisi bentrok dengan Warga Muslim yang berunjuk rasa menuntut 'Penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW' di London hari ini, Jumat (30/10) di luar Kedutaan Besar Prancis atas sikap Presiden Prancis, Emmanuel Macron atas kartun Charlie Hebdo.

Demonstran berkumpul di ibu kota sambil memegang spanduk yang bertuliskan 'Kami tidak akan mentolerir rasa tidak hormat pada Nabi tercinta kami', 'Teroris terbesar di Bumi adalah Macron' dan 'Penghinaan bukanlah kebebasan berbicara' saat dunia Muslim melampiaskan kemarahannya pada Presiden Prancis.

Seperti dilansir dari Dailymail, Macron telah menjadi titik fokus kemarahan Islam, setelah dia membela kartun Charlie Hebdo tentang Nabi Muhammad SAW yang digunakan sebagai pembenaran atas pembunuhan seorang guru di pinggiran kota Paris dua minggu lalu.

Setelah tiga orang dibunuh di Nice kemarin, dalam serangkain panjang serangan teror di Prancis, Macron mengatakan, bahwa Prancis tidak akan 'menyerah pada nilai-nilai kami' meskipun marah pada karikatur.

Pengunjuk rasa lain di London, mengangkat gambar yang memperlihatkan Presiden Prancis sebagai makhluk iblis, sementara yang lain mengangkat foto Macron dengan tanda sepatu bot di wajahnya.

Seorang juru bicara Kepolisian Metropolitan membenarkan, bahwa demonstrasi di luar Kedutaan Besar London, kini telah bubar. Mereka menambahkan: "Petugas terlibat dan mendorong mereka yang memprotes untuk bubar, mayoritas para demonstarn pergi tanpa masalah. Mereka yang tidak patuh akan ditangani oleh penegakan hukum'.

Petugas menangkap total tiga orang. Dua orang untuk pelanggaran Covid dan satu untuk kepemilikan kembang api.

"13 orang juga telah melaporkan untuk pertimbangan pemberitahuan hukuman tetap."

Di Twitter, Kedutaan Besar Prancis di London merilis pernyataan yang mengatakan: "Prancis adalah target serangan teroris terhadap kebebasan berekspresi kami, untuk percaya atau tidak, untuk hidup dalam Persaudaraan. Kami akan tetap menjadi kami, negara yang bebas, toleran, bangga dengan nilai-nilai demokrasi yang humanis." [mt]


Komentar Pembaca