Kementerian Saudi Umumkan Jamaah Umrah Luar Negeri Harus Dikarantina 3 Hari

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 29 OKTOBER 2020 | 00:50 WIB

Kementerian Saudi Umumkan Jamaah Umrah Luar Negeri Harus Dikarantina 3 Hari

foto/net

Para Jamaah yang akan melaksanakan ibadah Umrah, setibanya di Arab Saudi tidak diperbolehkan langsung memakai pakaian Ihram, karena mereka harus lebih dulu menjalani karantina selama tiga hari di hotel tempat mereka menginap, kata Dr.Amr Al-Maddah, kepala perencanaan dan strategi di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Dia mengatakan, di akhir masa tinggal di hotel mereka, perusahaan Umrah masing-masing akan mengantarkan mereka ke tempat mengambil 'Miqat' terdekat untuk melakukan niat berumrah, serta memakai pakaian  Ihram, shalat Sunnah dan juga mulai melaksanakan syarat dan rukun Umrah. 

Pada tahap ketiga dimulainya kembali ibadah Umrah, yang akan dimulai pada 1 November, para jamaah dari seluruh dunia akan diizinkan memasuki Arab Saudin. Sekitar 20.000 jamaah, penduduk ataupun pengunjung dapat melakukan ibadah Umrah setiap hari di tengah langkah-langkah mematyuhi jarak sosial yang ketat.

Al-Maddah mengatakan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) sedang memantau situasi pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) di setiap negara untuk membantu memberi tahu pihak berwenang terkait sebelum kedatangan Umrah.

Pejabat tersebut menyampaikan rincian ini pada lokakarya virtual pada Senin (26/10).

Dia mengatakan, aplikasi Eatmarna telah diunduh sekitar 3 juta kali dan lebih dari 1,4 juta orang telah mengajukan izin melaksanakan ibadah Umrah, dengan lebih dari 1 juta dikeluarkan untuk Umrah dan melakukan Shalat di Masjidil Haram.

Al-Maddah juga mengatakan, jika terjadi peningkatan infeksi, pihak berwenang dapat membatasi jumlah jamaah di titik mana pun.

Dia mengatakan, asuransi kesehatan penuh adalah wajib untuk memastikan perawatan kesehatan yang memadai bagi jamaah jika terjadi infeksi COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya.

Lebih lanjut Al-Maddah mengatakan, Weqaya akan menentukan negara mana yang dapat mengirim jamaah haji tergantung dari jumlah infeksi. Dia meyakinkan bahwa perusahaan Umrah akan diberikan pemberitahuan terbaru yang berkaitan dengan ibadah Umrah. [mt/AN]


Komentar Pembaca