BI Nilai Ponpes Miliki Peran Penting Kembangkan Ekonomi Syariah

Ekonomi Syariah  RABU, 28 OKTOBER 2020 | 12:25 WIB | Sunarya Sultan

BI Nilai Ponpes Miliki Peran Penting Kembangkan Ekonomi Syariah

Foto/net

Moeslimchoice | Pondok pesantren dinilai Gubernur Bank Indonesia (BI) menilai memiliki peran penting untuk mengembangkan ekonomi syariah. Potensinya besar tercermin dari 28 ribu pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 18 juta orang.

Oleh karena itulah, Perry menyebut perlu kolaborasi kerja berjamaah, seperti holding bisnis pesantren nasional.

"Pesantren menduduki peran yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi keuangan syariah dengan 28 ribu pondok pesantren dengan santri sekitar 18 juta orang di Indonesia," tutur dia saat membuka Musyawarah Kerja Nasional Pertama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Indonesia secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Holding bisnis pesantren yang dimaksudkan ialah program penguatan kemandirian untuk mendukung akselerasi ekonomi dari unit-unit usaha pondok pesantren.

Keberadaan holding bisnis pesantren ini, kata dia, akan mempermudah realisasi inisiatif dan strategi terkait pengembangan pesantren, termasuk pengembangan tata kelola pesantren dan pasar bersama.

"Holding pesantren memberikan efek yang sangat kuat kepada pesantren, dengan bisnis lebih besar terutama dalam melakukan negosisasi dengan mitra-mitra bisnis lain," jelas Perry.

Dalam usaha mendorong kemandirian pesantren, Perry menyebutkan BI membuat program dengan enam prinsip utama. Pertama, memberikan kontribusi nyata ke perekonomian pesantren, masyarakat, dan nasional.

Kedua, pemberdayaan ekonomi pesantren melalui peningkatan kapasitas ekonomi pesantren, mendorong ekspor, mendukung ekonomi lokal, dan mendukung pertumbuhan yang inklusif.

Ketiga, membangun ekosistem pesantren dengan program yang berkonsep dari hulu ke hilir (end to end), mulai dari input produksi, management, hingga pemasaran.

Keempat, pengembangan kemandirian pesantren melalui peningkatan tata kelola, model usaha, virtual market, center excellent, dan pembentukan holding bisnis.

Kelima, meningkatkan akses pesantren baik dari sisi pasar keuangan, kewirausahaan, jejaring teknologi, maupun digitalisasi.

"Keenam, membangun dengan memperkuat infrastruktur dan kerjasama kelembagaan," demikian Perry. [ary]


Komentar Pembaca