Hina Islam, Presiden Prancis Macron Dikecam Indonesia

Internasional  RABU, 28 OKTOBER 2020 | 08:21 WIB | Sunarya Sultan

Hina Islam, Presiden Prancis Macron Dikecam Indonesia

Foto/net

Moeslimchoice | Pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai menyudutkan agama Islam dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW, oleh majalah satire Charlie Hebdo, dikecam Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu).

Kemenlu turut memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta, Olivier Chambard, untuk menyampaikan kecaman itu.

"Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta hari ini. Dalam pertemuan itu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman terhadap pernyataan yang disampaikan Presiden Prancis," ugkap Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, Selasa (27/10/2020).

Macron memantik perdebatan setelah menyampaikan pernyataan pada Jumat (23/10/2020), pekan lalu. Dia mengatakan "Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia".

Meski demikian, Macron menyatakan tetap mempertahankan prinsip sekuler yang diterapkan Prancis.

Macron menyatakan pemerintahannya akan tetap melanjutkan dan menghormati segala perbedaan di dalam perdamaian. Dia menyatakan tidak akan membiarkan ujaran kebencian dan tetap mempertahankan budaya debat untuk mempertahankan pendapat.

"Sejarah kami memperlihatkan perjuangan terhadap tirani dan fanatisme. Kami akan melanjutkannya. Kami akan tetap melanjutkan, akan tetap membela harga diri manusia dan nilai-nilai universal," kata Macron. [ary]


Komentar Pembaca