Ketua Ansor Kota Bekasi Minta Kasus Penghinaan NU oleh Gus Nur di Usut Tuntas

Hukum  SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 22:05 WIB | Giri Sasongko

Ketua Ansor Kota Bekasi Minta Kasus Penghinaan NU oleh Gus Nur di Usut Tuntas

Ketua Ansor Kota Bekasi, Joefry (jas hijau)/gir

Moeslimchoice | Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Joefry, mendukung penangkapan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur yang diduga telah menghina Nahdlatul Ulama (NU).

Joefry secara tegas mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kepada kepolisian Republik Indonesia yang telah melakukan penahanan terhadap orang yang diduga menyebarkan kebencian terhadap NU.

"Usut tuntas kasus tersebut yang terlibat," katanya kepada Moeslimchoice, Senin (26/10/20).

Pada kesempatan itu, dirinya mengimbau jangan bernarasi kebencian terhadap para ulama, bahkan NU. Bagi kami, ulama adalah contoh yang baik dan diikuti keilmuannya.

"Karena kami dididik untuk berakhlak baik dan bertabayun jika tidak bersepakatan dalam pemikiran dan keilmuan," katanya.

Bagi kami santri, NU adalah marwah yang harus dijaga, karena NU dan ulama banyak jasanya terhadap Indonesia.

"Jangan kau hina Kyai dan NU kami, dan tegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku di NKRI," tukasnya.

Sebagiaman di ketahui, polisi menangkap Gus Nur di Malang, Jawa Timur Sabtu 24 Oktober 2020 dini hari. 

Ia ditangkap karena diduga menghina ormas Islam terbesar di Indonesia itu melalui video di salah satu akun YouTube.

Gus Nur, dalam video tersebut menyebut NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum--yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal dan penumpangnya kurang ajar serta isi busnya PKI, liberal, dan sekuler.[fah]


Komentar Pembaca