Raja Malaysia Tolak Permintaan PM Muhyiddin Umumkan Keadaan Darurat

Internasional  SENIN, 26 OKTOBER 2020 | 02:00 WIB

Raja Malaysia Tolak Permintaan PM Muhyiddin Umumkan Keadaan Darurat

foto/net

Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah pada Minggu (25/10) menolak permintaan Perdana Menteri, Muhyiddin Yassin yang meminta agar Sang Raja menyatakan keadaan darurat akibat krisis virus corona. Namun Raja mengatakan, bahwa dirinya tidak menganggap itu perlu.

Kritikus mengatakan, permintaan Muhyiddin untuk aturan darurat, yang akan mencakup penangguhan (ditundanya) parlemen, adalah upaya Perdana Menteri untuk tetap berkuasa di tengah tantangan kepemimpinan.

Malaysia melihat kebangkitan infeksi virus dan pada Sabtu (24/10) melaporkan, lonjakan harian terbesar selama Pandemi yait sebanyak 1.228 kasus baru dalam waktu 24 jam.

Seperti dilansir dari Arab News, Istana Kerajaan mengatakan, bahwa Muhyiddin membuat permintaan aturan darurat untuk menangani pandemi virus corona, tetapi pemerintah telah menangani krisis dengan baik.

"Al-Sultan Abdullah berpendapat bahwa pada saat ini Yang Mulia tidak perlu mengumumkan keadaan darurat di negara atau di bagian manapun di Malaysia," kata istana dalam sebuah pernyataan.

"Yang Mulia yakin dengan kemampuan pemerintah di bawah kepemimpinan Perdana Menteri untuk terus menerapkan kebijakan dan upaya penegakan hukum untuk mengekang penyebaran pandemi COVID-19," tambah pernyataan tersebut.

Keputusan Raja tersebut diambil setelah Raja mengadakan pertemuan dengan para bangsawan senior lainnya di negara itu.

Konstitusi memberikan Raja hak untuk memutuskan, apakah keadaan darurat harus diumumkan, berdasarkan ancaman terhadap keamanan, ekonomi atau ketertiban umum.

Muhyiddin berada dalam posisi genting, sejak dia menjabat pada Maret dengan mayoritas dua kursi. Ketidakpastian semakin dalam setelah pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim mengatakan bulan lalu, dimana dia memiliki mayoritas parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. [mt]
 


Komentar Pembaca