Setidaknya 14 Warga Sipil Terbunuh oleh Jebakan Bom di Sinai Mesir

Internasional  MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 23:25 WIB

Setidaknya 14 Warga Sipil Terbunuh oleh Jebakan Bom di Sinai Mesir

foto/net

Lebih dari 14 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, meninggal di Semenanjung Sinai utara Mesir, yang bergolak selama dua minggu terakhir akibat alat peledak yang diletakkan di rumah mereka oleh militan, kata pejabat keamanan dan medis, Minggu (25/10).

Militan ISIS pada Juli menyerang beberapa desa di kota Bir Al-Abd, dan memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka. 

Militer kemudian mengamankan desa-desa tersebut pada Agustus dan mengizinkan penduduk kembali ke rumah mereka beberapa minggu kemudian, kata para pejabat, seperti dilansir dari Arab News.

Namun, para militan memasang jebakan di beberapa rumah yang menewaskan sedikitnya 14 orang, termasuk enam dari keluarga yang sama pada Sabtu (24/10) malam, kata para pejabat. 

Setidaknya sepuluh lainnya telah terluka sejak 12 Oktober dan dibawa ke rumah sakit kota untuk mendapatkan perawatan, kata mereka. 

Para pejabat berbicara tanpa menyebut nama, karena mereka tidak berwenang untuk memberi penjelasan kepada media.

Bir Al-Abd adalah lokasi serangan ekstremis mengerikan di sebuah Masjid pada tahun 2017, yang telah menewaskan lebih dari 300 jamaah, beberapa di antaranya adalah para ayah yang berdoa bersama putra mereka yang masih kecil. 

Suku-suku di Sinai Utara menjadi sasaran utama para militan yang memandang pemujaan mereka terhadap orang-orang suci dan tempat suci Muslim sebagai bid'ah, dan memaksa eksodus massal penduduk dari daerah miskin yang telah lama terbelakang oleh pemerintah.

Kekerasan dan ketidakstabilan di sana meningkat setelah militer menggulingkan Presiden negara itu pada tahun 2013 di tengah protes Nasional menentang aturan yang memecah belah kelompok Ikhwanul Muslimin. 
Militan ekstremis telah melakukan sejumlah serangan, terutama menargetkan pasukan keamanan dan minoritas Kristen.

Konflik tersebut sebagian besar terjadi di luar pandangan publik, dengan wartawan dan pengamat dari luar dilarang masuk ke daerah tersebut. 
Konflik sejauh ini belum meluas ke ujung selatan semenanjung tempat resor wisata Laut Merah yang populer berada.

Pada Februari 2018, militer melancarkan operasi besar-besaran di Sinai yang juga mencakup bagian Delta Nil dan Gurun di sepanjang perbatasan barat negara itu dengan Libya. Sejak itu, kecepatan serangan Daesh di utara Sinai telah berkurang. [mt]


Komentar Pembaca