Sekjen PP ISNU Sambut Baik Penangkapan Gus Nur oleh Polri

Nasional  MINGGU, 25 OKTOBER 2020 | 18:30 WIB

Sekjen PP ISNU Sambut Baik Penangkapan Gus Nur oleh Polri

foto/net

Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), M Kholid Syeirazi menyambut baik langkah Polri yang telah berhasil menangkap penceramah kontroversial Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Dan Penangkapan oleh Kepolisian Republik Indonesia ini juga diapresiasi banyak kalangan,

karena merupakan penegakan hukum dan bisa memberikan efek jera.

Gus Nur diduga menyampaikan pernyataan yang menghina NU dan para pimpinan NU. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube beberapa waktu lalu.

Gus Nur bukan sekali ini saja melontarkan provokasi kebencian terhadap NU. Sebelumnya, pada 2019 lalu dia sudah pernah divonis setahun enam bulan hukuman, karena mengunggah vlog yang menjelekkan generasi muda NU.

Namun demikian, dia tak ditahan, karena hakim menyebut dalam vonisnya dia tak perlu ditahan. Kholid menjelaskan, dirinya secara subjektif ingin orang seperti Gus Nur ditahan biar kapok.

Kholid juga meminta penegak hukum bisa memberikan balasan yang setimpal dan seadil-adilnya kepada sosok yang menurut PP ISNU tak layak disematkan gelar Gus ataupun Ustadz.

Tak hanya itu, melihat ujaran kebencian yang bisa menimbulkan konflik SARA serta menganggu keadaan yang sudah harmonis saat ini, maka bukan hanya pemantik saja yang harus dihukum. Namun, pemroduksi dan penyebar ujaran kebencian melalui kanal Youtube-nya, juga harus ditindak. 

Sehingga, pihak kepolisian tidak terkesan pilah-pilih orang untuk ditindak.

"Ini agar mimbar kebebasan tidak dibajak oleh para penghasut dan penebar kebencian," tuturnya, seperti dilansir dari jpnn.

Terkait dengan adanya yang menyebut kriminalisasi Ulama, Kholid menegaskan, bahwa kualifikasi ilmu maupun akhlak Gus Nur sama sekali tidak memenuhi standar keulamaan. Karena itulah, dia menganggap penangkapan Gus Nur tak layak dianggap kriminalisasi Ulama. 

"Penangkapan Sugi jangan dipelintir dengan narasi anti-Islam atau Ulama, karena cara Islam dan Ulama terlalu mulia dikaitkan dengan perilaku Sugi," ucap pria yang juga akademisi ini. [mt]

 


Komentar Pembaca