MUI Tolak Materi Khutbah dari Kemenag Sebagai Kewajiban

Islamtainment  JUMAT, 23 OKTOBER 2020 | 14:30 WIB | RMOL

MUI Tolak Materi Khutbah dari Kemenag Sebagai Kewajiban

Wakil Sekjen Dewan Pimpinan MUI Nadjamuddin Ramly

MoeslimChoice | Rencana Kementrian Agama (Kemenag) soal memasok materi khotbah salat Jumat bentuk upaya mendukung peningkatan kualitas para pemuka agama/khatib, kini didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menyebutkan hal tersebut memiliki syarat.

“Kalau menjadi seragam (materi) khotbah (misalnya) di Masjid Istiqlal sama di pelosok, MUI menolak. Tapi kalau jadi alternatif buku pegangan khotbah khatib ya tidak ada masalah,” kata Wakil Sekjen Dewan Pimpinan MUI Nadjamuddin Ramly, Kamis, 22/1020.

Nadjamuddin menjelaskan bahwa materi khotbah Jumat tidak bisa diseragamkan karena beberapa pengurus masjid di Indonesia tidak digaji langsung oleh pemerintah. Menurutnya Masjid di Indonesia seperti di pelosok justru dibangun dan diurus secara swadaya masyarakat.

“Masjid di Indonesia ini beda dengan di Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Qatar, takmir masjid itu di-SK-an oleh negara,” sebut Nadjamuddin.

Najamuddin mengaku belum ada koordinasi antara Kemenag dengan MUI terkait pasokan khotbah Jumat tersebut. Namun ia meyakini materi khotbah kontekstual terhadap situasi saat ini.

Sebab, Kemenag sejatinya telah lama mencetak buku panduan khotbah Jumat. Penyusun materi diyakini sudah sesuai kompetensi.

“Ada pakar, doktor, alumni timur tengah di Kementerian Agama yang punya kompetensi itu,” ucap Najamuddin. (wrn)


Komentar Pembaca