Hari Santri, Pimpinan Ponpes: Santri Harus Semakin Sadar Posisinya Sebagai Mujahid Pejuang Bangsa

Berita  JUMAT, 23 OKTOBER 2020 | 08:52 WIB | Giri Sasongko

Hari Santri,  Pimpinan Ponpes: Santri Harus Semakin Sadar Posisinya Sebagai Mujahid Pejuang Bangsa

Pimpinan Ponpes Annida Al Islamy, KH. Aiz Muhajirin/gir

Moeslimchoice | Momentum peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2020, memiliki makna dan arti sendiri bagi sejumlah pimpinan pondok pesantren di Kota Bekasi.

Selain masih mewabahnya virus Covid-19, peringatan Hari Santri memiliki pesan agar para santri kuat sehingga negara Indonesia kuat.

Salah seorang Pimpinan Pondok Pesantren Annida Al-Islamy, KH. Aiz Muhajirin, menegaskan santri yang diperingati sebagai sebuah 'Hari', tentunya memiliki arti khusus.

Meski mirip dengan kata 'Pelajar' dan 'Mahasiswa' yang memiliki arti pencari ilmu, namun kata santri memiliki nilai historis dan heroik dalam berdirinya negara NKRI.

"Oleh karena itu yang menjadi hal terpenting bagi setiap santri adalah dimunculkannya semangat jihad atau berjuang untuk negara. Tanpa adanya perjuangan yang diawali dengan resolusi jihad, maka kata santri tidak akan bernyawa dan berada pada posisi seperti hari ini," ungkapnya, Jumat (23/10/20).

Untuk itu, dirinya secara khusus berpesan agar santri tetap semangat dalam belajar meski penuh dengan resiko.

Selain itu santri juga harus semakin sadar posisinya, yakni sebagai salah satu komponen mujahid perjuangan bangsa.

"Sehingga semakin mampu membaca ayat-ayat Kauniyah yang ada di alam semesta agar lebih dapat menjawab kebutuhan masyarakat," pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca