125 Ribu Jamaah Tahap Pertama Sukses Lakukan Ibadah Umrah

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 22 OKTOBER 2020 | 03:30 WIB

125 Ribu Jamaah Tahap Pertama Sukses Lakukan Ibadah Umrah

foto/net

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan, bahwa lebih dari 125.000 orang telah melakukan Umrah pada tahap pertama, dan membenarkan bahwa sejauh ini tidak ada infeksi covid-19 yang tercatat di antara para jamaah.

"Tahap pertama berhasil diselesaikan pada Sabtu (17/10) lalu, di mana kami menerima lebih dari 125.000 jamaah. Fase pertama hanya fokus Umrah, tidak ada shalat," kata Dr. Amr Al-Maddah, Wakil Menteri di Kementerian Haji dan Umrah, dan menambahkan bahwa aplikasi Eatmarna telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali sejauh ini.

Dalam wawancara dengan Al-Ekhbariya, dia mengatakan, Masjidil Haram telah menerima 40.000 jamaah dan 15.000 jamaah pada tahap kedua Umrah sekarang ini.

Al-Maddah menekankan, bahwa tidak ada izin Umrah dan kunjungan, kecuali melalui aplikasi dan bahwa orang harus waspada terhadap aplikasi dan platform palsu yang bertujuan untuk menipu jamaah.

Terdapat 531 perusahaan dan lembaga Umrah yang bersiap menerima jamaah pada tahap ketiga, untuk menunaikan ibadah Umrah dan shalat di Masjidil Haram.

Kementerian meluncurkan aplikasi untuk membantu memfasilitasi Umrah bagi mereka yang ingin mengunjungi Masjid suci Arab Saudi di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19) yang sedang berlangsung, sambil menjaga langkah-langkah kesehatan yang ketat selama melakukan ibadah tersebut.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci juga telah mengalokasikan pintu masuk khusus dan ruang untuk shalat di lantai pertama Masjidil Haram bagi penyandang disabilitas.

Pihak administrasi telah menandai alokasi ruang shalat dengan selotip yang dikhususkan bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengumumkan, 385 kasus positif virus corona baru pada Selasa (20/10), yang berarti total menjadi 342.968 orang kini telah tertular penyakit tersebut di Arab Saudi.

Dari kasus baru tersebut, 41 persen perempuan, 10 persen anak-anak, 4 persen lansia, dan 86 persen dewasa.

Ada 8.481 kasus aktif yang masih mendapat perawatan medis dan 840 di antaranya dalam kondisi kritis.

Arab Saudi juga mencatat seabnyak 375 kasus sembuh, sehingga jumlah total yang sembuh menjadi 329.270 kasus.

Menurut kementerian, Madinah mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 59 kasus. Sedangkan Makkah melaporkan 27 kasus, dan Riyadh memiliki 23 kasus.

Terdapat 16 kasus meninggal yang dilaporkan pada Selasa (20/10), menjadikan jumlah total kasus meninggal di Arab Saudi menjadi 5.217 kasus.

Arab Saudi telah melakukan lebih dari 7,45 juta uji reaksi berantai polimerase sejauh ini, dengan 54.477 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Klinik Tetamman milik kementerian di Hafar Al-Batin sejauh ini telah memberikan layanan kepada 16.496 orang melalui empat klinik yang tersebar di beberapa fasilitas kesehatan.

Di Riyadh, 229.501 orang telah mengunjungi 48 klinik Tetamman di wilayah tersebut. Provinsi Timur mencatat 146.955 kunjungan di 16 klinik.

Klinik Tetamman telah dialokasikan oleh kementerian untuk melayani siapa saja yang menunjukkan gejala COVID-19, termasuk suhu tinggi, disertai sesak napas atau batuk. Klinik tersedia untuk semua orang, termasuk Saudi, ekspatriat, dan pelanggar sistem residensi. [mt/AN]


Komentar Pembaca