Dukung Gerakan 1.000 Knockers Bagi Penyitas Kanker Payudara, Kalbe Farma Serahkan Sejumlah Donasi

Sosial  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 07:25 WIB | Zulfa Fahmi

Dukung Gerakan 1.000 Knockers Bagi Penyitas Kanker Payudara, Kalbe Farma Serahkan Sejumlah Donasi

Penyerahan donasi untuk Gerakan 1.000 Knockers Bagi Penyitas Kanker Payudara/mch

Moeslimchoice | PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menyerahkan sejumlah donasi guna mendukung Gerakan 1.000 Knockers kepada para wanita penyintas kanker payudara di Indonesia yang telah menjalani proses mastektomi (pembedahan payudara).

Penyerahan donasi  dilakukan disela-sela kegiatan edukasi kesehatan bertemakan “Kembali Percaya Diri Kembali Berkarya” dalam rangka Bulan Peduli Kanker payudara (Breast Cancer Awareness Month) yang digelar secara daring, Sabtu (17/10/20).

“Kalbe secara rutin memberikan edukasi seputar isu kesehatan kepada masyarakat, khususnya terhadap penyintas kanker payudara. Selain edukasi, kami juga serah terima pemberian donasi Gerakan 1.000 Knockers kepada para wanita penyintas kanker payudara di Indonesia yang telah menjalani proses mastektomi (pembedahan payudara). Donasi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembalikan kepercayaan diri para penyintas kanker payudara,” ujar dr. Selvinna, Marketing General Manager One Onco PT Kalbe Farma Tbk.
 
“Gerakan ini merupakan bagian dari layanan Kalbe Oncology Total Solution (One Onco) yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli kepada para wanita penyintas kanker pasca mastektomi di Indonesia agar kembali bangkit, kembali tersenyum, kembali percaya diri, dan kembali berkarya,” tambah Selvinna.
 
Sementara itu, DR. dr. Desak Gede Agung Suprabawati, Sp.B(K)Onk  mengungkapkan bahwa kanker payudara menjadi salah satu masalah kesehatan dunia yang menyebabkan kematian paling tinggi khususnya bagi wanita. Upaya mendeteksi dini kanker payudara dilakukan dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) atau screening pada perempuan usia 30-50 tahun. 

“Jika kanker payudara terlihat memasuki stadium lebih lanjut maka akan dilakukan tindakan mastektomi, yaitu operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara, baik salah satu atau kedua payudara wanita,” ujarnya.

“Lebih dini penyakit kanker ditemukan, dan mendapat penanganan sejak awal, maka peluang untuk sembuh pun jauh lebih besar,” tambah DR. dr. Desak.

Sedangkan Pendiri Knitted Knockers Indonesia, Rosalina Lee mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Kalbe tersebut. Dengan diberikannya 1.000 knockers dia berharap para wanita pejuang pasca mastektomi dapat meningkatkan kepercayaan dirinya, diterima oleh lingkungan, serta terus mau dan mampu berkarya meskipun sudah diangkat sebagian (atau mungkin seluruh) payudaranya.
 
“Knited Knockers Indonesia sudah didirikan sejak tahun 2017 yang hingga kini secara rutin membuat rajutan knockers/rajutan payudara artifisial yang dibagikan secara gratis kepada para wanita yang telah menjalankan mastektomi/lumpektomi payudara,” kata Rosalina.
 
Sementara itu, Mari Irawaty Sidharta, Penyintas Kanker Payudara Post Mastektomi mengajak semua wanita pejuang pasca mastektomi jangan minder dan pernah berhenti berkarya namun tetap semangat untuk melanjutkan hidup dan percaya pada penanganan yang diberikan dokter.
 
“Walaupun kita melewati masa-masa yang sulit karena di diagnosa kanker payudara, namun jangan berhenti berkarya karena diluar sana masih banyak yang peduli dan ingin kita tampil seperti semula dalam melakukan kegiatan sehari-hari,” katanya.[fah]


Komentar Pembaca