Rekrut Imam Masjid dari Indonesia, Menteri Agama Apresiasi UEA

Nasional  MINGGU, 18 OKTOBER 2020 | 06:00 WIB

Rekrut Imam Masjid dari Indonesia, Menteri Agama Apresiasi UEA

foto/net

Moeslimchoice. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tahun 2020 ini kembali merekrut calon Imam Masjid asal Indonesia. Salah satu syaratnya adalah harus hafal 30 juz Al-Quran (Hafiz). Dan tahun ini, ada 100 Hafiz yang siap direkrut.

Menteri Agama,  Fachrul Razi mengapresiasi kepercayaan pemerintah UEA tersebut. 

"Kerjasama ini sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Perekrutan kembali para Hafiz Indonesia sekaligus bentuk kepercayaan UEA. Ini patut diapresiasi," terang Menag di Jakarta, seperti dialnsir dari laman resmi Kemenag, Jumat (16/10).

Menurut Menag, menjadi Hafiz Al-Quran untuk orang non-Arab, bukanlah hal mudah. Peluang menjadi Imam Masjid di UEA adalah bagian dari penghargaan bagi mereka. 

"Semoga keberkahan yang mereka sebarkan, memberkahi kita semua. Insya Allah peluang itu juga dapat memberi kesejahteraan yang baik buat mereka dan keluarganya," ujar Menag.

Pendaftaran seleksi Imam Masjid ini telah dibuka dan akan ditutup pada 20 Oktober 2020. Para penghafal Al-Quran yang berminat, dapat mengirimkan data dirinya melalui surat elektronik di alamat [email protected] sampai 20 Oktober 2020. 

Proses seleksi akan dilakukan pada 2 sampai 4 November 2020. Peserta yang terpilih, akan dikirim ke UEA dan bertugas selama dua tahun, sesuai perjanjian MoU antara Indonesia dan UEA.

Menurut Menag, kerjasama Indonesia dengan UEA selama ini terjalin dengan baik. Selain pengiriman Imam Masjid, Indonesia dan UEA juga bekerjasama dalam pengembangan e-learning Madrasah.

Menteri Agama juga mengapresiasi toleransi umat beragama di Uni Emirat Arab. Sebagai negara mayoritas Muslim, Menag menilai UEA berhasil dalam pengembangan kehidupan yang toleran dan damai sesuai nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

"Saya banyak mendengar langsung dari Imam-imam Indonesia yang bertugas di sana, bahwa UEA dapat menarik sangat banyak turis dari berbagai negara, Muslim dan non-Muslim, karena toleransinya," ujar Menag.

"Menjadi keharusan bagi setiap umat Islam untuk menunjukan Islam sebagai agama damai dan penuh toleransi," tandasnya. [mt]


Komentar Pembaca