Arab Saudi Izinkan 250.000 Jamaah Lakukan Umrah Tahap Kedua

Kabar Tanah Suci  SABTU, 17 OKTOBER 2020 | 23:00 WIB

Arab Saudi Izinkan 250.000 Jamaah Lakukan Umrah Tahap Kedua

foto/net

Moeslimchoice. Pada tahap kedua pelaksanaan ibadah Umrah, akan mulai dibuka pada Minggu, 18 Oktober 2020. Sebanyak 250.000 jamaah Umrah domestik akan diizinkan untuk masuk dan melakukan ibadah Umrah di Masjidil Haram, Makkah, sebagai bagian dari dimulainya kembali Umrah secara bertahap yang ditetapkan oleh pihak Arab Saudi.

Para jamaah juga akan diizinkan untuk mengunjungi Rawdah Sharif (makam Nabi Muhammad SAW) dan area masjid tua di Masjid Nabawi di Madinah mulai 18 Oktober dan seterusnya. Perpanjangan dan halaman Masjid Nabawi telah dibuka untuk jamaah untuk shalat wajib mulai 31 Mei lalu.

Hani Al-Omairi, anggota Komite Nasional Haji dan Umrah, mengatakan kepada Okaz/Saudi Gazette, bahwa lebih dari 600.000 jamaah akan diberikan izin untuk melakukan shalat di Masjidil Haram bersama dengan lebih dari 250.000 jamaah Umrah selama tahap kedua berlangsung sejak dimulainya kembali layanan Umrah dan kunjungan ke Dua Masjid Suci. 

Jamaah harus mendaftar terlebih dulu melalui Aplikasi Eatmarna untuk mendapatkan izin Umrah serta mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Jamaah haji asing akan diizinkan untuk melakukan Umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi (Masjid Nabi) mulai 1 November 2020, yang menandai dimulainya fase ketiga pencabutan bertahap dari penghentian sementara layanan ibadah Umrah.

Al-Omairi, yang juga anggota Saudi Society for Travel and Tourism, mengatakan, hingga saat ini belum jelas berapa banyak negara yang akan diizinkan jamaah Umrahnya, karena merebaknya pandemi virus corona di negara-negara tersebut. 

"Semua berharap pihak berwenang segera mengumumkan rincian jamaah dari negara mana saja yang diizinkan untuk melakukan ibadah Umrah dari tahap ketiga dimulainya kembali layanan Umrah tersebut," katanya.

Al-Omairi mencatat, bahwa mekanisme telah disusun di mana bus akan diizinkan untuk beroperasi, tidak lebih dari 40 persen dari kapasitas. 
Demikian pula, hanya dua jamaah Umrah yang diizinkan untuk tinggal di satu kamar dan itu sepenuhnya sesuai dengan tindakan pencegahan terhadap virus corona.

Kementerian Haji dan Umrah, bekerja sama dengan pihak berwenang terkait, menerima pelaksana Umrah gelombang pertama, termasuk warga negara dan ekspatriat pada 4 Oktober 2020.

Menurut rencana strategis yang dikembangkan oleh badan-badan pemerintah Arab Saudi, tahap pertama melanjutkan Umrah menyaksikan sejumlah kecil yang tidak melebihi 6.000 pelaksana Umrah per hari, dan setiap angkatan dialokasikan hanya tiga jam untuk menyelesaikan ritual Umrah, memungkinkan penerapan rencana ini di tengah tindakan pencegahan tingkat tinggi.

Sebagai bagian dari tindakan ini, Masjidil Haram disterilkan dan dibersihkan 10 kali setiap hari. Ada sterilisasi sebelum masuk dan setelah keluar dari Makkah atau Madinah bagi setiap jamaah Umrah. Air zamzam dibagikan kepada jamaah dalam kemasan botol.

Para jamaah dilarang mendekati Kabah Suci dan Batu Hitam (Hajar Al-Aswad). Thawaf (mengelilingi Ka'bah) dilakukan di luar penghalang sementara yang dipasang di sekitar Ka'bah di mataf. 

Tim medis khusus juga telah disiapkan untuk melayani para jamaah. Ada area yang dikhususkan untuk isolasi medis jika ada dugaan kasus virus corona di antara para jamaah. [mt]


Komentar Pembaca