Perlakuan Mabes Polri Terhadap Aktivs KAMI Membuat Sejumlah Pihak Meradang

Polhukam  JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 10:05 WIB

Perlakuan Mabes Polri Terhadap Aktivs KAMI Membuat Sejumlah Pihak Meradang

Jumpa pers terkait penangkapan sejumlah aktivis KAMI/net

Moelimchoice | Jumpa pers penangkapan sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dilakukan di Mabes Polri membuat sejumlah pihak meradang dan kaget. Itu karena tangan dari Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat cs diborgol.

Komentar keras dilayangkan anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie. Menurutnya, perlakuan terhadap Syahganda dan Jumhur tersebut tidak pantas dilakukan.
 
“Ditahan saja tidak pantas apalagi diborgol untuk kepentingan disiarluaskan,” tulisnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Jumat (16/10/20).
 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini meminta kepada polisi untuk bisa lebih bijaksana dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Sebab, polisi merupakan pengayom masyarakat. 

“Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yang sekadar ‘salah’,” tutupnya. 

Ungkapan serupa juga disampaikan Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief. Ia mengaku sedih.dan pilu melihat perlakukan tersebut.
 
“Saya sedih dan menangis melihat Syahganda dan Jumhur Hidayat dkk dipertontonkan ke muka umum seperti teroris,” tuturnya dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (16/10/20).
 
Andi Arief menilai kedua aktivis senior itu memiliki jasa yang besar bagi reformasi Indonesia. Apalagi Jumhur pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
“Mereka berdua ada jasanya dalam perjuangan reformasi,” tekannya. “UU ITE tidak tepat diperlakukan begitu, bahkan untuk kasusnya juga tidak tepat disangkakan,” demikian Andi Arief.[rmol/fah]


Komentar Pembaca