Maskapai Saudia Kembali Buka Penerbangan Internasional ke 20 Kota di Seluruh Dunia, Termasuk Jakarta

Kabar Tanah Suci  JUMAT, 16 OKTOBER 2020 | 00:15 WIB

Maskapai Saudia Kembali Buka Penerbangan Internasional ke 20 Kota di Seluruh Dunia, Termasuk Jakarta

foto/net

Moeslimchoice. Maskapai perbangan Saudia telah kembali membuka penerbangan Internasional ke 20 tujuan di Timur Tengah, Asia, dan Eropa, setelah tujuh bulan ditutup akibat pandemi virus corona.

Perusahaan Pengangkutan Arab Saudi mengatakan, para pelancong Arab Saudi saat ini telah diizinkan untuk bepergian atau terbang ke Amman, Dubai, Tunis, Kairo, Alexandria, Khartoum, Nairobi, Addis Ababa, Amsterdam, Frankfurt, Istanbul, London, Madrid, Paris, Washington, DC, Islamabad, Jakarta, Karachi, Kuala Lumpur dan Manila.

Arab Saudi sebagian telah mencabut penangguhan penerbangan Internasional mulai 15 September, enam bulan setelah pembatasan perjalanan diberlakukan karena pandemi penyakit coronavirus (COVID-19).

Ini akan mengakhiri semua pembatasan pada transportasi udara, darat dan laut sampai 1 Januari tahun depan, kata Kementerian Dalam Negeri, pada tanggal tertentu yang akan diumumkan pada bulan Desember. Maskapai ini biasanya terbang ke lebih dari 85 tujuan di seluruh dunia.
 
Sementara itu, Direktorat Jenderal Paspor (PDB) meminta orang Saudi dan ekspatriat yang bepergian dari Arab Saudi untuk mematuhi persyaratan kesehatan tempat tujuan mereka, dan untuk berkomitmen pada arahan dan peraturan.

Beberapa tujuan, katanya, membutuhkan sejumlah prosedur dan spesifikasi guna mencegah penyebaran COVID-19 dengan cara memastikan bahwa penerbangan penumpang tidak dibatalkan dan tidak dikembalikan ke negara mereka pada saat tiba di kota yang dituju.

Menurut direktorat, persyaratan dan prosedur tersebut terus diperbarui dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Paspor diperlukan untuk bepergian ke negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan tidak dapat diganti dengan kartu identitas Nasional. Sebelum bepergian, warga negara harus memastikan bahwa Paspor mereka berlaku tidak kurang dari tiga bulan ke negara-negara Arab, dan tidak kurang dari enam bulan ke negara lain.

Untuk mempelajari tentang peraturan dan instruksi dokumen perjalanan, mereka dapat mengunjungi situs web resmi GDP. [mt/AN]


Komentar Pembaca