UU Cipta Kerja Kata Gatot Nurmantyo Justru Buat Kegaduhan

Polhukam  KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 16:39 WIB | Sunarya Sultan

UU Cipta Kerja Kata Gatot Nurmantyo Justru Buat Kegaduhan

Foto/net

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait kegaduhan di masa pandemi Covid-19 ditanggapi Mantan Panglima TNI sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo.

Menurut Gatot, kegaduhan justru dibuat oleh DPR dan pemerintah yang telah mengesahkan Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja sejak 5 Oktober lalu.

"Presiden dua hari sebelumnya (mengatakan) dalam kondisi seperti ini jangan membuat kegaduhan. Tapi DPR sendiri ngetok (Omnibus Law)," tutur dia dalam Channel Youtube resmi milik Refly Harun yang dikutip pada Kamis (15/10/2020).

Demonstrasi oleh berbagai elemen masyarakat, kata dia, merupakan reaksi atas pengesahan RUU Cipta Kerja. Mereka menolak omnibus law yang saat ini drafnya telah diserahkan kepada presiden untuk kemudian disahkan menjadi undang-undang.

"Justru ini (UU Cipta Kerja) yang buat kegaduhan. Kegaduhan berdasar analisa dari para petinggi perguruan besar," pungkas Gatot.

Gatot juga menjawab pertanyaan Refly Harun terkait tudingan Jokowi terhadap KAMI membuat kegaduhan lantaran mengadakan deklarasi di berbagai daerah. Gatot pun menjawab beberapa pihak yang menuding KAMI dibalik demonstrasi besar-besaran itu.

"KAMI dituduh ada di balik demo ini, kemudian bahkan ada lagi yang katakan KAMI yang desain provokator radikal," jelas dia.

Pemerintah, sambung Gatot, tak perlu menuding pihak lain sebagai provokator demo. Sebab menurutnya, pemerintah bisa dengan mudah mendapatkan informasi terkait provokator aksi melalui BIN maupun kepolisian.

"Tinggal cari saja. Sangat mudah, sangat mudah sekali. Yang bakar-bakar fasilitas umum, cek saja CCTV ada. Mahasiswa berdemo berdasar pada hukum," ujar dia.

Alih-alih melempar tudingan, Gatot menyarankan agar pemerintah menggelar dialog terkait undang-undang ini. Dia mengatakan pemerintah bisa memberi penjelasan secara detail terkait undang-undang kontroversial ini.

"Kalau bisa, berdialog untuk dapat kejelasan. Saat ini yang ada haruslah penjelasan terbuka," terang dia.

Sebelumnya, Jokowi mengingatkan semua pihak agar tidak membuat kegaduhan di tengah pandemi virus corona. Dia mengakui pandemi Covid-19 memang sulit dihadapi. Jokowi meminta kerja sama serta tidak ada yang berpolemik dan membuat gaduh. [ary]


Komentar Pembaca