Ratusan Pelajar Ikut Aksi Tolak Omnibus Law, Polri: Kami Prihatin

Nasional  KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 07:15 WIB | Sunarya Sultan

Ratusan Pelajar Ikut Aksi Tolak Omnibus Law, Polri: Kami Prihatin

Foto/net

Moeslimchoice | Keterlibatan ratusan pelajar dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada 13 Oktober 2020 disesalkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Terlebih, ada pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Disebutkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, sebanyak 806 orang pelajar mengikuti demonstrasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok.

"Kami prihatin, apalagi mayoritas hanya ikut-ikutan, tanpa mengetahui apa yang mereka perjuangkan," tukas Argo, dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2020).

Pelajar SD yang ikut demo, kata Argo, ditemukan di wilayah Polres Jakarta Utara. Saat itu, petugas menyekat sejumlah titik terhadap massa yang melakukan aksi. Hasilnya, dua dari 155 pelajar yang diamankan merupakan siswa sekolah dasar.

"Mereka semua diamankan lalu dibawa ke Mapolres untuk didata dan dilakukan rapid test," jelasnya.

Setelah didata, tutur Argo, ratusan pelajar tersebut diberi pengarahan sebelum diserahkan ke orang tua masing-masing.

"Perlu bimbingan semua pihak terutama orang tua agar anak-anak mereka tidak ikut-ikutan demo. Apalagi yang diperjuangkan, mereka tidak tahu," tukasnya.

Berdasarkan data Polri, dari 806 pelajar yang ditangkap, 194 di antaranya diamankan Polda Metro Jaya. Kemudian, 98 orang ditangkap di Jakarta Pusat, 80 orang di Jakarta Selatan, 62 orang di Jakarta Timur, dan 70 orang di Jakarta Utara.

Selanjutnya, 48 orang di Kota Tangerang, 108 orang di Kabupaten Bekasi, 55 orang di Depok, 44 orang di Tangerang Selatan dan 47 orang di Kota Bekasi. [ary]


Komentar Pembaca