Jamaah Umrah Mulai Berdatangan di Masjidil Haram, Makkah

Kabar Tanah Suci  MINGGU, 04 OKTOBER 2020 | 22:30 WIB

Jamaah Umrah Mulai Berdatangan di Masjidil Haram, Makkah

foto/net

Moeslimchoice. Setelah lebih dari enam bulan ditutup (Kecuali ibadah haji yang dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat), Masjidil Haram, Makkah, kini kembali dibuka untuk para jamaah yang akan melakukan ibadah Umrah.

Lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia, akan sangat bersukacita saat diizinkannya kembali melaksanakan ibadah Umrah, sebagai salah satu ibadah paling penting bagi seorang Muslim.

Hari ini, Minggu (4/10), jamaah Umrah perdana mulai datang dan tiba di Masjidil Haram. Jamaah Umrah pertama yang beruntung itu tiba di Masjidil Haram pada pukul 6 pagi pada Minggu (4/10) setelah mendaftar melalui aplikasi 'Eatmarna' Kementerian Haji dan Umrah, Arab Saudi.

Arab Saudi telah mengambil tindakan drastis, untuk memerangi pandemi virus corona, yaitu dengan menangguhkan (menghentikan) ibadah Umrah dan pelaksanaan Shalat di Masjid pada pertengahan Maret lalu. 

Kerajaan Arab Saudi juga menghentikan penerbangan Internasional dan menerapkan lockdown untuk mencegah kasus penyebaran virus mematikan tersebut ke tingkat tinggi.

Untuk menampung kuota kurang lebih 6.000 jamaah Umrah per hari, Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah menyiapkan lima titik pertemuan, di antaranya yaitu di situs Al-Gaza, Ajyad dan Al-Shasha, tempat para jamaah akan bertemu dan bergabung dengan tenaga kesehatan profesional di bus untuk menuju Masjidil Haram.

Untuk menyambut kedatangan para jamaah, kamera termal (kamera untuk menentukan suhu tubuh jamaah) akan ditempatkan di pintu masuk dan di dalam aula Masjidil Haram, guna memantau lonjakan suhu tubuh dan mengeluarkan peringatan jika perlu.

Rencana tersebut dibuat pada awal pandemi, untuk memastikan keamanan pengunjung dan memungkinkan tanggapan yang cepat terhadap potensi kasus virus.

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, telah bekerja sama dengan otoritas lain, dan telah menyelesaikan persiapan untuk menerima jamaah umrah dengan tindakan pencegahan yang sangat ketat. 

Sekitar 1.000 karyawan telah dilatih untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan ibadah Umrah ini di Masjidil Haram. Masjid juga akan dibersihkan 10 kali sehari, setelah pelaksanaan ibadah bagi masing-masing kelompok. 

Pembersihan lebih lanjut di area dengan lalu lintas tinggi juga akan dilakukan, termasuk air mancur, karpet, dan kamar mandi. Eskalator menuju lantai atas, juga telah dilengkapi dengan alat pembersih, sedangkan alat cuci tangan telah ditempatkan di pintu masuk masjid.
 
Sistem pendingin udara, juga telah dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet, sementara kru akan menjaga jadwal pembersihan filter udara sembilan kali sehari dalam tiga tahap berbeda.

Kepresidenan telah meluncurkan beberapa inisiatif, termasuk "Kammamat" (penutup wajah atau masker), untuk memastikan keselamatan haji.

Dengan daya tampung kurang lebih 2,5 juta jamaah, maka area Lingkar Mataf (Mataf) di sekitar Ka'bah dipilih jamaah Umrah untuk melakukan Ibadah. 

Jalur khusus, mirip dengan ziarah haji di bulan Agustus, telah diperkenalkan untuk kemudahan akses.

Presiden Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Dr.Abdulrahman Al-Sudais, merujuk pada persetujuan Raja Salman, yang mengizinkan jamaah Umrah di Masjidil Haram dan mengunjungi Rawdah (makam Nabi Muhamad SAW) di Masjid Nabawi. Tentu, dengan harus mematuhi tindakan pencegahan.

Al-Sudais mengatakan, persetujuan kerajaan Arab Saudi mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi untuk memastikan keamanan pengunjung Masjid suci dan datang sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam untuk melakukan ibadah Umrah. [mt/AN]
 


Komentar Pembaca