Tersangka Penyerang Pisau di Paris Mengaku Ingin Balas Dendam pada Majalah yang Terbitkan Kartun Nabi SAW

Internasional  SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 02:30 WIB

Tersangka Penyerang Pisau di Paris Mengaku Ingin Balas Dendam pada Majalah yang Terbitkan Kartun Nabi SAW

foto/net

Moeslimchoice. Polisi Prancis sedang mempelajari sebuah video di mana pria yang dicurigai menyerang orang-orang dengan pisau daging pada Jumat (25/9) mengatakan, bahwa dia akan melakukan tindakan "perlawanan" setelah penerbitan ulang kartun yang mengejek Nabi Muhammad SAW dalam sebuah majalah satir.

Tersangka, yang berasal dari Pakistan, ditangkap segera setelah dua orang terluka di depan kantor lama majalah Charlie Hebdo. Para pejabat mengatakan pakaiannya berlumuran darah.

Video itu ditemukan di ponsel tersangka, media Prancis melaporkan. Reuters tidak dapat mengotentikasi rekaman video secara independen. 
Sumber polisi mengonfirmasi bahwa video kini sedang diperiksa. Dalam video tersebut, tersangka mengidentifikasi dirinya sebagai Zeheer Hassan Mehmood dan mengatakan, dia berasal dari Mandi Bahauddin di provinsi Punjab. Mulai terisak, dia kemudian membacakan puisi memuji Nabi Muhammad SAW.

"Jika saya terdengar emosional, izinkan saya menjelaskan: di sini, di Prancis, karikatur Nabi Muhammad dibuat," katanya dalam bahasa Urdu. 
"Saya akan melakukan (tindakan) perlawanan hari ini, 25 September," katanya. 

Ayahnya, Mehmood memuji putranya tersebut.

"Hati saya dipenuhi dengan kebahagiaan," kata Arshad Mehmood kepada situs berita online 'Naya Pakistan' dari rumah keluarga. 

"Saya bisa mengorbankan kelima putra saya untuk melindungi kehormatan Nabi Muhammad SAW," tambah sang ayah.

"Dia memanggil kami ... dan berkata bahwa Tuhan telah memilihnya, dan menugaskannya untuk membunuh para penghujat," tambahnya lagi.

Kartun tersebut pertama kali diterbitkan oleh surat kabar Charlie Hebdo pada tahun 2006, dan mendorong militan untuk menargetkan kantor majalah tersebut pada tahun 2015 dalam sebuah serangan yang menewaskan 12 orang dan diklaim oleh Al-Qaeda.

Mingguan itu, yang pindah ke lokasi rahasia setelah serangan itu, menerbitkan ulang kartun tersebut awal bulan ini, untuk menandai dimulainya persidangan 14 orang yang diduga terkait dengan pembunuhan di Charlie Hebdo.

Bagi Muslim, setiap penggambaran Nabi SAW adalah penghujatan.
Dengan mengenakan tunik panjang, tersangka mengaku dibimbing secara spiritual oleh Ilyas Qadri. 

Qadri adalah seorang ulama Sunni dan pendiri Dawat-e-Islami, sebuah organisasi non-kekerasan yang tersebar di seluruh dunia.

Qadri mengatakan, orang yang melakukan penodaan agama harus diserahkan ke polisi, tetapi jika orang lain didorong oleh emosi mereka untuk membunuh penistaan, hukum seharusnya tidak berlaku. Dawat-e-Islami sendiri belum memberikan komentar mengenai hal tersebut. [mt]


Komentar Pembaca