Ponpes Tebuireng Larang Wali Murid Jenguk Santri Guna Cegah Covid-19

Pendidikan  SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 | 09:35 WIB | Sunarya Sultan

Ponpes Tebuireng Larang Wali Murid Jenguk Santri Guna Cegah Covid-19

Foto/net

Moeslimchoice | Aturan melarang sementara waktu bagi orangtua, wali murid atau keluarga menjenguk santri di pesantren demi mencegah penularan COVID-19 diterapkan Pengelola Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur.

"Kami memahami besarnya kerinduan wali santri terhadap anaknya, terutama santri baru yang mulai mondok 30 Agustus lalu. Tapi, demi keselamatan bersama, protokol kesehatan harus dipatuhi semua pihak," tutur Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat di Jombang, Minggu, 27 September 2020.

Seperti dilasir dari Antara, pesantren saat ini menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Hal ini dilakukan mengingat hingga kini masih di masa pandemi COVID-19.

Pesantren Tebuireng Jombang juga telah menggelar evaluasi terhadap kedisiplinan warga pesantren dalam pemenuhan protokol kesehatan. Evaluasi tersebut dilakukan terhadap seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan operasional rutin pesantren.

Evaluasi tersebut digelar dengan tiga langkah utama. Selain pengetatan terhadap larangan sambangan (menjenguk santri) oleh wali santri, juga peningkatan disiplin santri dan warga pesantren dalam pemenuhan protokol kesehatan.

Bahkan, terdapat sanksi membaca satu juz Kitab Suci Al-Quran bagi santri yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar kamar.

Langkah ketiga, sambung Hidayat, adalah deteksi dini terhadap setiap santri yang memiliki keluhan sakit. "Ini dilakukan dengan melibatkan pembina kamar santri dan tim pusat kesehatan pesantren," pungkas Hidayat.

Deteksi dini, kata dia, ini penting dilakukan, mengingat potensi penyebaran virus di lingkungan pesantren juga masih mungkin terjadi.

"Perkembangan global dan nasional selama enam bulan terakhir membuktikan, siapapun bisa terkena virus ini. Jadi deteksi dini terhadap gejala khusus yang mengarah merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19," jelas dia.

Dalam satu pekan terakhir, tambahnya, Pesantren Tebuireng Jombang juga telah melakukan karantina ulang beberapa santri yang memiliki gejala khusus serta memberikan treatment untuk pemulihan mereka.

"Tapi, sejauh ini tidak satu pun santri yang terkonfirmasi positif," ugkap dia. [ary]


Komentar Pembaca