Saudi Mulai Buka Akses Masuk dan Keluar Arab Saudi. Ini Peraturannya

Kabar Tanah Suci  MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 | 20:15 WIB

Saudi Mulai Buka Akses Masuk dan Keluar Arab Saudi. Ini Peraturannya

foto/net

Moeslimchoice. Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi pada Sabtu (26/9) mengumumkan, persyaratan untuk masalah izin perjalanan untuk kelompok yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri di tengah diberlakukannya pembatasan karena virus corona. 

Izin perjalanan akan dikeluarkan melalui platform layanan elektronik Absher.

Kelompok pertama yang diizinkan dari pembatasan perjalanan ini adalah pejabat pemerintah, warga sipil, dan anggota militer yang ditugaskan dengan misi resmi.

Kelompok ini bisa mendapat izin melakukan perjalanan, jika memang benar-benar tidak bisa dilakukan (diselesaikan) dengan melalui jarak jauh dan memiliki tenggat waktu yang tidak bisa ditunda, dan asalkan tetap dengan mematuhi protokol yang telah ditentukan. 

Dokumen yang diperlukan untuk kelompok pertama mencakup surat resmi dari pejabat senior entitas, selain nama orang yang ingin melakukan perjalanan dan tujuannya, lokasi, lama waktu, dan bukti bahwa persyaratan sebelumnya terpenuhi.

Kelompok kedua adalah warga negara dengan kasus kemanusiaan, terutama reuni keluarga, atau meninggalnya pasangan, orang tua atau anak di luar negeri.

Warga negara yang ingin dipertemukan kembali dengan keluarganya di luar negeri harus memberikan bukti hubungan (pasangan, orang tua, dll.) Untuk anggota keluarga yang tinggal di luar negeri, bukti domisili di negara tujuan perjalanan pihak lain, dan bukti anak-anak lokasi belajar di luar negeri, jika terdapat anak usia sekolah. 

Yang terakhir harus disetujui oleh Kementerian Pendidikan atau salah satu perwakilan Arab saudi di negara tempat tujuan.

Dalam kasus kematian pasangan, orang tua, atau anak di luar negeri, direktorat Paspor mengharuskan penyerahan akta kematian dan bukti hubungan.

Kelompok ketiga adalah termasuk warga yang tinggal di luar Arab Saudi, dan menjadi tanggungan mereka. Ini harus memberikan bukti domisili di negara tujuan perjalanan mereka (dokumen atau instrumen bahwa mereka memiliki properti atau memiliki kontrak sewa yang sah sebelum dikeluarkannya langkah-langkah ini).

Mereka juga harus menyerahkan kartu penduduk yang masih berlaku (permanen atau semi permanen) di negara tempat perjalanan yang diminta dan bukti bahwa pemohon telah menghabiskan setidaknya enam bulan di negara tujuan, selama tiga tahun terakhir. [mt/AN]


Komentar Pembaca