Wamenag Hadiri Wisuda Perdana STIF Syeikh Nawawi Tanara

Pendidikan  SABTU, 26 SEPTEMBER 2020 | 19:30 WIB

Wamenag Hadiri Wisuda Perdana STIF Syeikh Nawawi Tanara

foto/net


Moeslimchoice.  Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara (STIF Syentra) mengadakan wisuda Strata 1 (S-1) angkatan Pertama. Acara wisuda ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi. 

Bersamaan dengan itu, dilakukan juga peluncuran Pemanfaatan Akses Internet Bhakti Kemkominfo untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Mobile BMT STIF Syentra.

Hadir melalui video conference, Wapres KH Ma'ruf Amin beserta Ibu. Ikut mendampingi Wamenag, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Suyitno; Karo Umum, Yayat Supriyadi; dan Kakanwil Kemenag Banten, Bazary.

Menurut Wamenag, STIF Tanara membawa nama besar Syeikh Nawawi, sosok pemikir, pendidik, dan pejuang bangsa. Karya tulisnya banyak dinikmati. Lembaga Pendidikan Islam, baik Pesantren, Madrasah hingga Perguruan Tinggi menggunakan karyanya sebagai rujukan dan bahan ajar untuk dikaji.

"Karya Syeikh Nawawi mewarnai praktik keberislaman masyakarat Indonesia seperti yang sekarang kita rasakan," jelas Wamenag di Serang, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Sabtu (26/9).

"Kita menjadi Muslim yang santun, saling menghargai dan dapat kerjasama tanpa menghilangkan komitmen keimanan kepada Allah. Ini tidak terlepas dari goresan karya Syeikh Nawawi yang banyak dikaji," lanjutnya.

Tidak hanya di Indonesia, lanjut Wamenag, Syeikh Nawawi juga menjadi penghubung mata rantai komunitas Muslim dunia. Posisinya sangat strategis di Makkah, apalagi saat musim haji, selain beribadah umat Islam saat itu juga mencari ilmu pengetahuan. 

"Maka, kontak antar Muslim dari berbagai penjuru berlangsung. Waktunya panjang. Relasi guru murid di Makkah demikian terbuka," jelas Wamenag.

"Syeikh Nawawi tampil hingga dinobatkan jadi Imam besar di Masjidil Haram," sambungnya.

Wameng berharap wisudawan STIF dapat meneladani ketokohan dan perjuangan Syeikh Nawawi, utamanya dalam kajian Fiqh yang dipelajarinya. 

"Kajian fiqih selalu berinteraksi dengan dunia nyata dan faktual di lapangan. Kehadirannya sebagai upaya solutif atas problem sosial. Sehingga ahli fiqih sangat dibutuhkan," pesannya.

Sebelumnya, Ketua Yayasan STIF Syentra, Siti Ma'rifah melaporkan bahwa ada 31 wisudawan S-1 di angkatan pertama ini. Dia berharap, mereka nantinya dapat ikut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah demi kemasalahatan umat di Indonesia.

Menurut Ma'rifah, STIF Syentra adalah satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam dengan prodi ilmu Fiqih di Indonesia. Izin operasional terbit pada 2016, STIF kini sudah terakreditasi BAN PT. [mt]


Komentar Pembaca