Pejabat Kementerian Haji Saudi Perkenalkan Aplikasi Umrah untuk Tingkatkan Pelayanan

Kabar Tanah Suci  KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 16:15 WIB

Pejabat Kementerian Haji Saudi Perkenalkan Aplikasi Umrah untuk Tingkatkan Pelayanan

foto/net

Moeslimchoice. Aplikasi Umrah baru Arab Saudi akan menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif, yang akan meningkatkan layanan haji dan memperkaya pengalaman haji, menurut seorang pejabat senior kementerian.

Aplikasi bernama 'I'tamarna' tersebut bertujuan untuk menegakkan standar kesehatan di tengah pandemi COVID-19 dan memudahkan orang untuk memesan perjalanan mereka dalam ber-umrah. 

Dia juga menawarkan layanan pemesanan yang dapat digunakan para jamaah sebelum mereka datang atau sampai di Makkah, baik itu pemesanan untuk akomodasi, transportasi maupun rekreasi.

Dr. Amr Al-Maddah, kepala perencanaan dan strategi di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, mengatakan bahwa peluncuran aplikasi tersebut harus mendorong perusahaan untuk menyediakan layanan yang lebih luas dan lebih baik kepada masyarakat.

"Ketika kami memberikan layanan berkualitas tinggi dengan harga bersaing, jamaah pasti akan tertarik pada perusahaan-perusahaan ini, terutama ketika perusahaan bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaiknya dengan harga yang kompetitif bagi jamaah lokal," kata Al-Maddah kepada Arab News.

Dia menambahkan, agen eksternal yang biasanya mengontrol segala sesuatu yang berhubungan dengan Umrah, kini tidak akan lagi melakukannya, karena mereka hanya agen dan tidak memiliki fasilitas. Tugas mereka adalah mewakili dan memasarkan perusahaan Umrah di luar negeri.

Menurut Al-Maddah, langkah-langkah baru yang menyangkut masalah Umrah ini telah diperbaiki dan juga tentang pengaturan hubungan antara perusahaan Umrah dengan agen eksternal mereka menjadi sebuah pemasaran.

"Langkah-langkah yang baru telah ditetapkan, dan akan membebaskan perusahaan Umrah, terutama pada saat pemesanan dilakukan melalui beberapa platform elektronik. Hal ini memungkinkan jamaah Umrah/haji asing untuk berhubungan langsung dengan perusahaan Umrah melalui telepon, aplikasi dan sarana tambahan selain agen eksternal. Ini akan membebaskan perusahaan Umrah dan meningkatkan kinerja mereka, memungkinkan mereka memasarkan layanan mereka di dalam dan di luar Arab Saudi," kata Al-Maddah. 

Arab Saudi pada awal pekan ini mengatakan, bahwa mereka akan mulai mengizinkan jamaah untuk melakukan Umrah secara bertahap, sambil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. 

Keputusan tersebut diambil setelah mengkaji perkembangan pandemi dan menanggapi keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ibadah Umrah.
 
"Peluncuran aplikasi datang karena pandemi virus corona, akibatnya dan tindakan pencegahan yang memerlukan penentuan jumlah jamaah," kata Al-Maddah. 

"Ada kapasitas yang tidak boleh dilampaui. Inilah yang mencegah kepadatan berlebih di Masjid-masjid suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) dan membatasi penyebaran virus di antara para jamaah," tambahnya.
 
Dia mengatakan, kapasitas operasional dihitung melalui aplikasi 'Tawakkalna' Kementerian Kesehatan, dengan jamaah menggunakan 'I'tamarna' untuk memesan janji Umrah yang sesuai waktu dan disertai dengan tindakan pencegahan anti-virus corona.

Tahap pertama akan mencakup mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan Umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober, setara dengan 6.000 jamaah per hari.

Yang kedua akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram menjadi 75 persen, yang akan mencakup 15.000 jamaah dan 40.000 jamaah sehari mulai 18 Oktober.

Pada tahap ketiga, jamaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan Umrah mulai 1 November dengan kapasitas 20.000 jamaah dan 60.000 jamaah per hari.

Tahap keempat akan membuat Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko COVID-19 telah hilang. Parajamaah dapat mengunduh aplikasi pada 28 September. [mt]
 


Komentar Pembaca