Arab Saudi Buka Umrah Bertahap, Kemenag Harus Segera Terbitkan Protokol Kesehatan Khusus Umrah

Kabar Tanah Suci  RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 11:20 WIB | Zulfa Fahmi

Arab Saudi Buka Umrah Bertahap, Kemenag Harus Segera Terbitkan Protokol Kesehatan Khusus Umrah

Foto ilustrasi/net

Moeslimchoice | Kabar gembira datang dari pemerintah SArab Saudi. Setelah sejak Pebruari awal tahun silam menutup pintu umrah untuk masyarakat muslim dari berbagai penjuru dunia, kini negara para pangeran ini memutuskan untuk membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah, namun dilakukan secara bertahap karena masih menghadapi pandemic Covid-19 dengan cara mendahulukan untuk jemaah domestik atau warga negara asing (ekspatriat) yang sudah berada di Arab Saudi. 

Rencananya, jika kondisinya terus membaik pada bulan November baru seratus persen akan dibuka untuk umum.

"Langakh ini tentu patut diapresiasi dan menjadi angin segar bagi jutaan calon jemaah yang sudah rindu berkunjung ke Rumah Allah, khususnya kaum muslimin di Indonesia," kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (23/9/20).

Pada saat yang sama kebijakan, lanjutnya,  ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha sektor umrah yang selama ini terpukul diharapkan bisa kembali bangkit setelah berbulan-bulan tidak berkutik karena dihantam wabah pendemi Covid-19 sehingga tidak ada pemasukan sama sekali karena umrah ditiadakan. 

"Oleh karena itu, Kementerian Agama sebagai pengawas dan regulator harus segera merespon kabar positif ini dengan segera menerbitkan protokol kesehatan (prokes) penyelenggaraan ibadah umrah agar tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19," ujar Dosen Hukum Bisnia Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta ini.

Penyelenggara Perjalanan Ibadah umrah (PPIU), jemaah dan semua pihak yang terkait, tambaynya, harus benar-benar mematuhi prokes tersebut dari sejak pendaftaran, manasik, berangkat ke tanah suci, selama ibadah di tanah suci sampai kembali ke tanah air agar tetap dalam kondisi sehat dan selamat.

Disisi lain, Kemenag juga harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 apakah dalam kondisi saat ini memungkinkan memberangkatkan jemaah umrah ke tanah suci. 

“Restu dan rekomendasi dari Satgas Covid-19 sangat penting agar mendapatan gambaran yang komprehensif terkait risiko yang bisa mengancam penyelenggaraan ibadah umrah. Terlebih umrah adalah ibadah sunnah. Sedangkan ibadah haji yang wajib saja, di musim ini saja memutuskan untuk menunda," tandas Mustalih.[fah]


Komentar Pembaca