Tunda Pilkada, Prof Djo: Pemerintah Bisa Angkat Pj atau Perpanjang Masa Jabatan Kepala Daerah

Polhukam  RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 10:00 WIB | Zulfa Fahmi

Tunda Pilkada, Prof Djo: Pemerintah Bisa Angkat Pj atau Perpanjang Masa Jabatan Kepala Daerah

Foto Ilustrasi/net

Moeslimchoice | Pemerintah bisa menetapkan Penjabat (Pj) atau memperpanjang masa jabatan kepala daerah yang sedang menjabat guna mengatasi polemik masalah Pengganti kepala daerah yang habis masa jabatannya, sementara calon pengganti belum ada atau siap.

Hal tersebut disampaikan Pakar Otonomi Daerah, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA guna terkait tentang kemungkinan ditundanya Pilkada 2020 di masa krisis ini dan pengangkatan pengganti kepala daerah yang telah habis masa jabatannya. 

Ia menjelaskan, dalam praktik empirik, apabila habis masa jabatan seorang kepala daerah, baik keadaan normal maupun keadaan darurat, sudah ada pakem yang mengaturnya. Dikatakannya, jika habis masa jabatannya, akan diangkat Pj kepala daerah hingga kepala daerah yang baru terpilih dan dilantik. 

Dalam konteks perkembangan baru kalau misalnya, orang politik mengatakan kami keberatan kalau ada Pj Karena ada fenomena baru yang menganggap Pj dari ASN  tidak legitimate, ada alternatif lain tapi perlu diatur lewat undang-undang, yaitu dengan perpanjangan masa jabatan kepala daerah yang sedang menjabat. 

"Bisa juga dengan diperpanjangnya masa jabatan kepala daerah yang saat ini tengah  menjabat. Dengan demikian dia tetap berlanjut serta memiliki legitimasi kuat. Dia memimpin  sampai terpilih dan dilantiknya kepala daerah yang baru," kata Prof Djohermansyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/9/20).

Kalau itu yang dipilih, lanjutnya, alas hukumnya bisa pakai Peraturan Pemerintah Pengganti Undand Undang (Perppu). 

"Tapi ketika saya menjabat Pj gubernur Riau 2013-2014 tidak ada yang menyoal soal legitimasi saya. Bahkan saya sambil merangkap dirjen OTDA menjadi Pj Gubernur Riau. Saya bolak-balik mengurus Riau mengurus Dirjen OTDA, Kok sekarang dipersoalkan? Ada  motif apa?" tandas Prof Djo.[fah]


Komentar Pembaca