Istri Bangsawan Qatar Minta PBB Bebaskan Suaminya

Internasional  RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 03:00 WIB

Istri Bangsawan Qatar Minta PBB Bebaskan Suaminya

foto/net

Moeslimchoice. Asma Arian, istri bangsawan Qatar Sheikh Talal bin Abdul Al-Thani membuat seruan putus asa kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Senin (21/9) agar membebaskan suaminya, yang saat ditahan di penjara Doha.

Sheikh Talal Al-Thani, adalah cucu dari mantan emir Sheikh Ahmad bin Ali Al-Thani telah divonis selama tujuh tahun penjara.

Asma Arian mengatakan, bahwa suaminya telah disiksa dan dianiaya oleh otoritas Qatar dan ditolak perawatan medisnya sehingga kesehatannya memburuk.
 
Dia juga menyampaikan pernyataan kepada dewan yang bermarkas di Jenewa, tentang laporan Kelompok Kerja tentang Penahanan sewenang-wenang di Qatar, yang dikunjungi tahun lalu.

"Dia ditahan sewenang-wenang di Qatar selama lebih dari tujuh tahun, tahun yang menderita untuk anak-anak kami dan saya, serta penyiksaan dan keputusasaan untuknya," kata Arian, yang saat ini tinggal di Jerman bersama keempat anaknya.

Dalam penahanan incommunicado, Sheikh Talal kondisi sangat parah karena penyiksaan yang dia alami di penjara.

"Suami saya membutuhkan perawatan medis yang mendesak," ujar Asma memohon.
 
Arian mengatakan, bahwa suaminya telah ditahan sejak tahun 2013, setelah dia meminta warisan dari pemerintah. Dia mengatakan, Sheikh Talal tertipu untuk menandatangani pemeriksaan keamanan yang dikatakan akan menjamin proyek-proyek komersial di mana dia akan dibayar.

"Proyek mereka terbukti fiktif, dirancang untuk menjebak suami saya dalam tuduhan palsu, karena gagal membayar utangnya," kata Asma.

Sheikh Talal dijatuhi hukuman penjara 22 tahun tanpa pengadilan yang layak.

Laporan kelompok kerja PBB, secara eksplisit mengkritik Doha karena memenjarakan sejumlah besar orang hanya karena gagal bayar utang dan penggunaan "cek jaminan" untuk mengamankan pinjaman.

"Kami meminta Qatar untuk mematuhi rekomendasi kelompok kerja dan segera membebaskan suami saya, dan menghormati hak-haknya selama dia dalam penahanan," kata Asma Arian.

Laporan tersebut membuat serangkaian rekomendasi untuk Qatar, termasuk menaikkan usia minimum tanggung jawab pidana menjadi 14 tahun, dan menghapus sistem perwalian laki-laki atas perempuan.

Nasib Sheikh Talal telah dikaitkan dengan pertikaian selama puluhan tahun dalam keluarga kerajaan Qatar.

Kakeknya, yang memerintah dari 1960 hingga 1972, digulingkan oleh sepupunya, Sheikh Khalifa bin Hamad, kakek dari emir Qatar saat ini, Sheikh Tamim. [mt]


Komentar Pembaca