Kementerian Haji Saudi Berencana Buka Ibadah Umrah dalam Tiga Tahap

Kabar Tanah Suci  RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 00:00 WIB

Kementerian Haji Saudi Berencana Buka Ibadah Umrah dalam Tiga Tahap

foto/net

Moeslimchoice. Penundaan atau penagguhan ibadah umrah di Arab Saudi, yang diterapkan sejak akhir Februari lalu untuk mencegah penyebaran COVID-19, akan dicabut secara bertahap, otoritas Saudi mengumumkan pada Senin (21/9), seperti dilansir dari ArabNews.

Menteri Haji dan Umrah Saudi, Mohammed Saleh Benten mengatakan, bahwa sementara kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama Kerajaan Arab Saudi, kementeriannya saat  ini sedang mempelajari rencana tiga tahap untuk pembukaan ibadah umrah secara bertahap.

Selama fase pertama, warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi yang akan diizinkan untuk menunaikan ibadah haji kecil (umrah). Namun, layanan umrah akan beroperasi dengan kapasitas 40 persen dari kapasitas normal.

Ini akan ditingkatkan menjadi 75 persen pada fase kedua, dan pada fase tiga kapasitas penuh akan dibuka dan para jamaah dari luar Arab Saudi akan diizinkan untuk kembali melakukan ibadah umrah.

Selama tiga fase, kata kementerian, tindakan pencegahan kesehatan yang ketat akan tetap diberlakukan.

Benten mengatakan, kementerian mendukung semua orang, investor dan pekerja, yang terlibat di sektor ini selama proses pembukaan kembali ibadah umrah ini. 

Dia menambahkan, pihaknya ingin memberdayakan perusahaan umrah dan organisasi terkait agar menjadi entitas ekonomi yang kuat, yang memberikan layanan berkualitas tinggi melalui aplikasi I'tamarna, yang akan memudahkan jamaah untuk memesan perjalanan umrahnya.

Benten mengatakan, lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional akan memberikan layanan kepada para jamaah melalui platform elektronik yang memungkinkan penyedia layanan untuk melakukan tindak lanjut yang diperlukan saat melayani jamaah. 

Dia menambahkan bahwa perusahaan dan lembaga umrah akan melayani lebih dari 16 juta jamaah dari Arab Saudi, wilayah dan seluruh dunia.

Dia juga menekankan pentingnya registrasi awal umrah, dan mengatakan bahwa perusahaan umrah bertanggung jawab untuk melakukan studi guna mengidentifikasi kebutuhan jamaah, termasuk mereka yang datang melalui negara transit. 

Warga dari 80 negara sekarang dapat mengunjungi Arab Saudi untuk Umrah tanpa memerlukan visa dan jumlah ini akan meningkat, tambah Benten.

Abddulfattah Mashat, Wakil Menteri Haji dan Umrah, mengatakan telah diselenggarakan forum bertajuk 'Mengelola Perubahan Kelembagaan dan Transformasi di Sektor Umrah,' dengan tujuan untuk memperkaya pengalaman jamaah umrah. 

Ekonomi haji dan umrah tidak terbatas pada layanan yang diberikan kepada jamaah, tetapi juga mencakup banyak layanan dan logistik opsional lainnya, tambahnya.

Kementerian bekerja untuk mengelola transformasi kelembagaan secara efektif, meningkatkan layanan, memperkaya pengalaman dan meningkatkan keberlanjutan sektor untuk melayani lebih banyak jamaah.

Mashat mengatakan, pada 2019, sekitar 5,3 juta warga Saudi, 6,4 juta ekspatriat, 1,2 juta penduduk negara-negara Dewan Kerjasama Teluk, dan 7,5 juta orang dari belahan dunia lain telah menjalankan ibadah umrah.

Dia mengatakan, jamaah yang bepergian dari negara lain sebelumnya, harus melalui agen dan perusahaan umrah terdaftar untuk mendapatkan visa dan membuat pengaturan lain. 

Namun, kementerian sedang mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki keseluruhan sistem, tambahnya.

Sebagai bagian dari transformasi sektor yang direncanakan, Mashat mengatakan, bahwa perusahaan Umrah akan dapat mengakuisisi perusahaan yang ada dan bergabung dengan mereka atas namanya, atau membentuk entitas baru.

Sehubungan dengan transformasi sektor ini, dia menekankan perlunya bisnis mengubah konsep layanan yang mereka berikan dan mengembangkan model bisnis baru. [mt]


Komentar Pembaca