Wakil Ketua MPR Kagumi Pemahaman Para Santri Terkait Empat Pilar MPR

Polhukam  MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020 | 20:15 WIB

Wakil Ketua MPR Kagumi Pemahaman Para Santri Terkait Empat Pilar MPR

foto/net

Moeslimchoice. Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Syariefuddin Hasan mengungkapkan rasa kagumnya terhadap para santri Pondok Pesantren yang ternyata tak asing lagi dengan Empat Pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Menurutnya, pengetahuan para santri tersebut, juga jauh lebih dalam, tak hanya sekadar hafalan saja. 

"Saya rasa itu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Indonesia masa depan butuh generasi penerus seperti para santri yang selain bagus pengetahuan agamanya, juga baik pengetahuan tentang negaranya," kata Syariefuddin, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar kerja Sama MPR dengan Pondok Pesantren Riyadhul Anam Al-Arfah, Sindang Barang, Kota Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir dari jpnn, Sabtu (19/9) malam.

Selain Syariefuddin, hadir pula dalam acara tersebut Pimpinan Ponpes, KH. Abdul Rachman; Pimpinan Yayasan Tunas Bakti, Imam Wahyudi; para pengajar, serta santri dan santriwati juga masyarakat sekitar. Mereka semua yang hadir mengikuti protokol kesehatan secara ketat, guna mencegah menyebarnya virus corona.

Di hadapan para santri, Pimpinan MPR dari Partai Demokrat yang biasa disapa Syarief Hasan ini, kemudian menjabarkan tentang Empat Pilar. 

Pertama adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

"Pancasila juga perwujudan karakter bangsa Indonesia. Adik-adik santri bisa lihat dari keseluruhan sila, itu sudah tidak asing lagi buat kita terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menegaskan bahwa rakyat Indonesia adalah manusia yang patuh pada ajaran-ajaran Tuhan," ujarnya. 

Kedua, lanjut Syarief Hasan, ada UUD NRI Tahun 1945 yang merupakan sumber hukum tertinggi dalam hirarki tata urutan peraturan perundang-undangan Nasional. 

"Di dalam UUD inilah tertulis bahwa hak dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan," tambahnya. 

Lalu, ada NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di negara inilah seluruh rakyat Indonesia bersatu untuk bersama-sama menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa yang menegaskan bahwa rakyat Indonesia tidak mempersoalkan perbedaan satu sama lain. Keberagaman yang ada baik itu agama, suku, agama, ras, adat, kepercayaan adalah kekayaan bangsa yang harus disyukuri.

Ada yang unik dalam pemaparan materi sosialisasi Syarief Hasan. Secara acak di tengah-tengah penyampaian materi, Syarief Hasan melemparkan pertanyaan-pertanyaan seputar Empat Pilar kepada para santri. Luar biasanya, hal tersebut disambut antusias. 

"Ayo coba sebutkan apa itu Empat Pilar secara lengkap," tanyanya. 

Malik salah seorang santri berusia 13 tahunan dengan berani mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat.

Syarief Hasan kemudian mencoba bertanya lebih luas lagi tentang negara. 

"Ada yang tahu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, siapa beliau itu?" tanyanya. Lagi-lagi seorang santri usia belasan tahun bernama Fatur Muhammad maju ke depan, meraih mikropon dan lantang menjawab, "Beliau adalah Presiden ke-6 RI 6," ucapnya disambut tepuk tangan riuh seluruh peserta. 

"Mantap sekali jawabannya. Ini potret kepintaran santri Indonesia," ucap Syarief Hasan. 

Pada sesi akhir, Syarief Hasan berpesan agar para santri sebagai generasi muda Indonesia tetap teguh berpegang pada agama Islam, patuh pada orang tua dan guru, dan terus meningkatkan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa.

"Saya berterima kasih kepada Kiai, Ustadz, pengasuh Ponpes yang tak bosan memberikan pengetahuan tentang negara kepada anak didiknya. Saya berharap juga kepada negara untuk memberi perhatian lebih kepada santri-santri kita ini," ujarnya mengakhiri. [mt]


Komentar Pembaca