Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Anti-Lockdown di London

Internasional  MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020 | 01:30 WIB

Polisi Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Anti-Lockdown di London

foto/net

Moeslimchoice. Polisi di London bentrok dengan pengunjuk rasa, pada unjuk rasa yang dilakukan oleh orang-orang yang menentang dilakukannya pembatasan, demi untuk mengekang penyebaran virus corona.

Bentrokan terjadi pada Sabtu (19/9), ketika polisi bergerak untuk membubarkan ratusan demonstran yang berkumpul di Trafalgar Square pusat kota London. 

Beberapa pengunjuk rasa membentuk blokade untuk menghentikan petugas melakukan penangkapan, dan lalu lintas dihentikan di daerah yang sibuk.

Unjuk rasa untuk 'Menentang dan Bertindak untuk Kebebasan' diikuti oleh ratusan orang yang memegang spanduk dan plakat seperti yang bertuliskan 'Sekarang Ini Tirani' dan meneriakkan 'Kebebasan!' 

Polisi mengatakan, ada 'kantong permusuhan dan pecahnya kekerasan terhadap petugas.'

Pemerintah Konservatif Inggris telah memberlakukan larangan pada semua pertemuan sosial lebih dari enam orang minggu ini, dalam upaya untuk mengatasi penambahan kasus COVID-19 yang meningkat tajam  di negara itu, tetapi para pejabat mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan pada Jumat (18/7), bahwa Inggris 'sekarang sedang terjadi gelombang kedua' pandemi virus corona, setelah melihat hal yang sama di Prancis, Spanyol, dan di seluruh Eropa.

Inggris memiliki jumlah kasus meninggal terburuk di Eropa selama pandemi virus corona ini terjadi yakni sebanyak 41.821 kasus meninggal. Tetapi para ahli mengatakan, bahwa semua angka kurang memperhitungkan dampak sebenarnya dari pandemi.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Inggris mengatakan, pengunjuk rasa "menempatkan diri mereka sendiri dan orang lain dalam risiko" dan mendesak semua orang di rapat umum London untuk segera membubarkan atau mengambil risiko ditangkap. [mt/AN]
 


Komentar Pembaca