Kemenag Apresiasi Peran Pemda Bitung dalam Pemberdayaan FKUB

Nasional  MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020 | 00:30 WIB

Kemenag Apresiasi Peran Pemda Bitung dalam Pemberdayaan FKUB

foto/net

Moeslimchoice. Pemerintah daerah dan masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, telah mencanangkan kelurahan Sadar Kerukunan 2020. 

Terdapat dua kelurahan, yakni: Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertemba, Kota Bitung dan Kelurahan Tabolaa, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. 

"Selamat atas pencanangan Kelurahan Sadar Kerukunan. Ini menandakan bahwa masyarakat ingin maju, nyaman dan berbahagia dalam hidup bermasyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi kelurahan lain di Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya," kata Kepala PKUB Kemenag, Nifasri dalam gelaran dialog lintas agama dan penetapan daerah sadar kerukunan di Tandurusa, Sulawesi Utara, seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (16/9).

Kegiatan tersebut dihadiri para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan Forkopimda Sulawesi Utara. 

Atas nama Kemenag, Nifasri mengapresiasi peran Pemda dalam pemberdayaan FKUB. Apalagi, Pemda Kota Bitung juga telah menempatkan FKUB sebagai garda terdepan membangun kerukunan. 
Hal tersebut tampak dari perhatian dan bantuan yang diberikan Walikota kepada FKUB dalam mendukung pelayanan umat dan masyarakat.

"Kami bukan kampanye, tapi kami mengharapkan Walikota/Bupati dan Gubernur seperti ini. Kami belum mendengar adanya konflik di Kota Bitung," ujar Nifasri.

"Sesuai regulasi, kerjasama dan bantuan dari Pemerintah Daerah sangat penting dalam memberdayakan FKUB untuk menjaga kerukunan," lanjutnya. 

Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No 9 dan 8 ahun 2006 mengatur bahwa memelihara kerukunan bukan hanya tugas Kemenag, tetapi juga Pemda. 

Nifasri berharap ke depan perhatian Pemda terhadap FKUB terus meningkat.

"PKUB akan terus melakukan upaya untuk penguatan regulasi KUB. Kita saat ini sementara dalam usaha meningkatkan status PBM menjadi Peraturan Presiden," ujarnya.

"Saya bangga terhadap Pemprov Sulut yang memberi tunjangan kepada tokoh agama, sehingga sulut relatif aman dan semua persoalan bisa cepat diselesaikan, sehingga tak heran Sulut mendapat indeks kerukunan yang tinggi dari indeks rata-rata Nasional yakni di atas 73 persen," sambungnya.

Ketua FKUB Kota Bitung, Pendeta Vivi Lousan Rompas mengatakan, di Kota Bitung terdapat bangunan rumah ibadat Umat Kristen, Islam dan Katolik yang letaknya berdekatan satu sama lain. Umatnya juga hidup saling mendukung, menghargai sehingga tercipta hidup rukun dan damai. 

"Kami mendukung kegiatan ini, terlebih Walikota yang terus mendukung program kerukunan melalui bantuan anggaran dan dana hibah Rp 1 Milliar di tahun ini dan tahun lalu Rp 2 Miliar. Di setiap kegiatan terkait kerukunan, Walikota selalu hadir dan siap membantu, sehingga pantaslah jika beliau menerima penghargaan sebagai tokoh peduli kerukunan dan HAM dari Komnas HAM RI. Begitu juga dengan Dandim dan Kapolres yang selalu menopang kegiatan kerukunan di Kota Bitung," ujar Ketua FKUB Bitung.

Kakanwil Kemenag Sulut yang diwakili oleh Kabag TU, Aswin Kiay Demak menambahkan, Penetapan Kelurahan Sadar Kerukunan sudah dilaksanakan sejak tahun 2017. 

Tahun ini, Kelurahan Tandurusa di Kota Bitung dan Kelurahan Tabolaa kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. 

"Penetapan Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai laboratorium kerukunan seiring dengan slogan orang Sulawesi Utara 'Torang Samua Ciptaan Tuhan dan Torang Samua Basudara' (Kita Semua Ciptaan Tuhan dan Kita Semua Bersaudara)," kata Aswin.

Walikota Bitung, Maximilian Jonas Lomban menambahkan, Kota Bitung memiliki penduduk 230 ribu jiwa. Mereka berasal dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai ke Rote. 

Terdapat 6 agama di Kota Bitung yang dapat hidup rukun dan damai, karena budaya torang samua basudara. Kerukunan terus dipupuk dan dibina dengan kolaborasi serta kerjasama pemerintah dan masyarakat.

Lomban menjelaskan, bahwa sebelum FKUB lahir, sesuai amanat PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, di Kota Bitung sudah ada Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) yang sejak 1964 dibentuk di Provinsi Sulawesi Utara dengan jaringan organisasi sampai pada tingkat kelurahan dan desa. 

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag, atas perhatian dan kerjasamanya selama ini. Harapan saya, semoga kerjasama ini terus terjalin di masa akan datang. Kerukunan umat beragama di Kota Bitung menjadi aset dan modal sosial dalam pembangunan," tandas walikota. [mt]


Komentar Pembaca