UEA dan Bahrain Tandatangani Perjanjian Abraham Accord di Washington

Internasional  SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 23:50 WIB

UEA dan Bahrain Tandatangani Perjanjian Abraham Accord di Washington

foto: Presiden AS Donald Trump dan Menlu UEA Sheikh Abdullah bin Zayed/net

Moeslimchoice. UEA dan Bahrain akan menandatangani perjanjian bersejarah dengan Israel dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden AS, Donald Trump di Washington pada Selasa (15/9).

Dokumen perjanjian yang disebut dengan 'Abraham Accord' itu telah lengkap, dan itu artinya bahwa kedua negara Teluk (UEA dan Bahrain) akan bergabung dengan Mesir dan Yordania sebagai dua negara Arab yang telah lebih dulu memiliki hubungan penuh dengan Israel.

Upacara penandatanganan tersebut juga akan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan, Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Natanyahu.
 
UEA, yang mengumumkan kesepakatan dengan Israel bulan lalu, diperkirakan akan menandatangani perjanjian perdamaian penuh, menurut media Israel. 

Sementara Bahrain baru mengumumkan pada Jumat (11/9) bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Israel dan akan menandatangani pernyataan bersama dalam sebuah "deklarasi perdamaian".

Ketiga negara tersebut juga akan menandatangani perjanjian tripartit, AP melaporkan. Teks lengkap dari perjanjian tersebut belum dirilis.

Upacara penandatanganan akan berlangsung pada pukul 12 malam. di Halaman Selatan Gedung Putih, tempat yang sama di mana para pemimpin Israel dan Palestina menandatangani Kesepakatan Oslo pada tahun 1993.

Acara tersebut akan dihadiri 700 orang termasuk mantan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

"Normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dan Israel adalah terobosan diplomatik bersejarah dan tanda harapan bahwa kemajuan di Timur Tengah adalah mungkin," tulis Sheikh Abdullah di Wall Street Journal.

"Ini adalah kesempatan untuk pendekatan baru untuk mengatasi tantangan kawasan. Di daerah dan era yang dipenuhi dengan berita buruk, hal itu meningkatkan peluang dan optimisme atas konflik dan kekalahan," tambahnya.
 
Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, mengatakan kesepakatan itu telah "mematahkan penghalang psikologis" dan "jalan ke depan" bagi kawasan itu.

Netanyahu mengatakan Israel telah "mengerjakan ini selama bertahun-tahun."

"Ini adalah titik balik besar-besaran dalam sejarah Israel, serta sejarah Timur Tengah," katanya. 

"Ini akan memberikan dampak positif yang sangat besar pada semua orang Israel," tambahnya. [mt/AN]
 


Komentar Pembaca