Komisi VIII DPR RI Dukung Aparat Keamanan Usut Tuntas Kasus Penusukan Syeikh Ali Jaber

Polhukam  SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 00:14 WIB | Sugiharta Yunanto

Komisi VIII DPR RI Dukung Aparat Keamanan Usut Tuntas Kasus Penusukan Syeikh Ali Jaber

foto/net

Moeslimchoice. Anggota Komisi VIII DPR RI, Miftahul Khoiry sangat menyayangkan terjadinya penusukan atas Syeikh Ali Jaber di Bandar Lampung, pada Minggu (13/9).

"Kejadian tersebut terjadi saat Syeikh Ali Jaber sedang berdakwah. Kami meminta masyarakat, saudara sebangsa dan setanah air untuk menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Miftahul. 
 
Legislator PPP itu menghimbau masyarakat, agar tidak terpancing emosi dan menahan diri tidak bertindak sendiri.

"Beberapa saat setelah beredar video penusukan Syeikh Ali Jaber di media sosial, beragam reaksi muncul. Ada yang marah ke pemerintah menyatakan negara sudah tidak aman dan beragam komentar lainnya, hingga ada yang mengarah ke sentimen agama. Tahan dulu, jangan berpikir macam-macam. Sebaiknya kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian," tambahnya.

Politisi DPR RI itu mendukung aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Insiden penyerangan Syeikh Ali Jaber jangan sampai memunculkan polemik. Ini adalah tindakan kriminal yang harus diproses secara hukum. Adapun motif pelaku itu apa, kita tunggu informasi dari kepolisian," ujarnya. 
 
Miftahul Khoiry pun berdoa untuk keselamatan Syeikh Ali Jaber.

"Mari kita do'akan Syeikh Ali Jaber agar cepat diberikan kesembuhan. Semoga Allah SWT melindungi ulama kita yang memperjuangkan agama-Nya," tambahnya.  
 

Miftahul berharap, tragedi seperti ini tidak berulang, dan menghimbau kepada kepolisian untuk memberikan perlindungan.

"Penusukan ulama di Indonesia bukan kali ini. Karena itu, kami meminta aparat keamanan atau Polri untuk menjamin keamanan para tokoh agama, khususnya ulama dan dai, sehingga mereka bisa lebih tenang dan aman dalam memberikan pencerahan kepada umat," tegasnya. [mt]


Komentar Pembaca