Tetap Optimis, Pemerintah Akan Cukupi Fasilitas Kesehatan Covid-19 Seluruh Indonesia

Polhukam  SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 16:00 WIB | RMOL

Tetap Optimis, Pemerintah Akan Cukupi Fasilitas Kesehatan Covid-19 Seluruh Indonesia

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena/Net

MoeslimChoice | Komisi IX DPR RI melakukan monitoring kesiapan Kementerian Kesehatan dalam mencukupi fasilitas kesehatan, khususnya di DKI Jakarta dalam merawat pasien Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena menyebutkan, hasil monitoring itu disimpulkan bahwa peningkatan pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta diyakini tak akan membuat fasilitas kesehatan kekurangan.

Kata Melki, di Jakarta hingga September 2020 ini tersedia 67 rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Dari jumlah RS tersebut tersedia 727 tempat tidur (TT) untuk pasien intensive care unit (ICU) yang hingga kini baru terpakai 460 TT atau 63 persen saja.

"Sementara untuk TT isolasi bahkan tersedia sebanyak 5.314 yang baru terpakai 3.151 atau sekitar 59 persen saja. Secara total di 67 RS tingkat okupansi TT masih berada di kisaran 60 persen saja," kata Melki kepada wartawan, Sabtu, 12/9/20.

Sesuai data yang diterima, kata Melki, saat ini pemerintah mulai menambah kapasitas TT di beberapa RS. Seperti untuk TT ICU sudah ditambah sebanyak 132 TT, kemudian untuk isolasi ditambah 943.

"Jadi terdapat total penambahan 1.075 TT. Jumlah penambahan ini masih bisa terus dilakukan mengingat pemerintah mengusahakan tempat isolasi di sejumlah hotel berbintang 2 dan hotel berbintang 3 di Jakarta. Kekhawatiran adanya krisis TT atau penampungan pasien Covid-19, tentu bisa diatasi dengan penambahan tersebut," jelasnya.

Dari 67 RS di Jakarta itu, sambung politisi Partai Golkar ini, hanya 20 RS yang TT ICU-nya sudah mencapai 100 persen atau sudah mencapai batas maksimal. Namun 47 RS untuk TT IC masih bisa menampung jika ada pasien yang memerlukan tempat perawatan.

"Ketersediaan RS di Jakarta sendiri disediakan oleh RS swasta, RS pemerintah provinsi, RS milik BUMN, hingga RS yang dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan. Di Jakarta sendiri, baru terdapat satu RS, yakni RS Umum Grha Kedoya yang daya tampung TT ICU dan TT isolasi sudah maksimal atau 100 persen," urainya.

Namun, lanjut Melki, ada jyga RS yang masih minim merawat pasien Covid-19 seperti RSUD Tugu Koja, RSU Pelabuhan Tanjung Priok.

Dia juga menyebutkan, bahwa dalam beberapa hari belakangan ini terjadi lonjakan yang cukup siginikan di Jakarta untuk pasien konfirmasi Covid-19.

"Untuk kasus rawat inap di RS, dalam beberapa hari terakhir terlihat lonjakan tajam di DKI Jakarta. Bahkan sudah mengalahkan Jawa Timur yang sempat mengalami lonjakan cukup tinggi pada akhir Juli lalu," ujarnya.

Melki berharap, pejabat pemerintah pusat dan daerah selalu memberi optimisme kepada publik dan melakukan langkah langkah konkrit penanganan Covid-19 baik aspek kesehatan, sosial, ekonomi.

"Penegakan disiplin protokol kesehatan di Jakarta dan seluruh Indonesia menjadi kunci penanganan berbasis individu, keluarga dan komunitas baik skala kecil maupun skala besar," pungkasnya. (wrn)


Komentar Pembaca