Viral Video Mahar Politik, Masyarakat Merauke Ancam Golput dan Kosongkan TPS

Polhukam  KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 20:41 WIB | RMOL

Viral Video Mahar Politik, Masyarakat Merauke Ancam Golput dan Kosongkan TPS

Screenshot video mahar rekomendasi Pilkada Merauke, Papua/mch

Moeslimchoice | Viral di media sosial, video berdurasi 0,49 menit terkait dugaan mahar politik calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze, kepada salah satu partai politik. Video yang  diunggah akun Merauke Bersatu pada Selasa 7 September 2020, dengan judul “Ngeri calon bupati Merauke Hendrikus Suap PKS miliaran rupiah...".

Sampai berita ini diturunkan, vedio tersebut telah ditonton sebanyak 11.542 kali. Berikut link videonya: https://www.youtube.com/watch?v=AjeWeoVWs7k&feature=youtu.be.

Menanggapi video tersebut, Mattawang Yusril, salah satu tokoh masyarakat Merauke menegaskan bahwa masyarakat Merauke mengutuk keras beredarnya video dugaan mahar politik calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze kepada partai politik. Dia memastikan tidak akan memilih calon bupati yang menyuap partai.

"Sudah menjadi pembicaraan konsumsi publik di sini. Maka saya tegaskan, kami tidak percaya lagi partai karena dia bisa disuap untuk mendapatkan kandidat," ujar Mattawang saat dimintai tanggapannya, Kamis (10/9/20).

Menurut Mattawang, kalau Hendrikus Mahuze jadi bupati maka pembangunan tidak akan jalan, kemiskinan akan merajalela, kapitalisme akan menguasai pembangunan.

"Kami akan Golput, akan kosong kan TPS bila calon itu adalah penyuap partai," tegas Mattawang.

Sebelumnya, sebuah video beredar viral di media sosial menampilkan rekaman seorang bakal calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze, sedang mengeluarkan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Video tersebut dinarasikan Hendrikus Mahuze diduga memberikan suap miliaran rupiah ke DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Merauke sebagai mahar politik untuk merekomendasikannya maju sebagai calon bupati.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, terlihat dua orang menumpuk uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu di sebuah meja. Ada sekitar enam orang di dalam ruangan tersebut. Namun tak terdengar suara dalam video tersebut. Diduga momen itu direkam pada hari Rabu, 9 September 2020 pukul 22.15 WIB di Hotel Grand Aston, Jakarta, persis di depan Kantor DPP PKS.

Disebutkan jumlah uang yang diserahkan mencapai miliaran rupiah. Disebutkan juga uang tersebut diberi Hendrikus Mahuze demi mendapatkan surat rekomendasi dari PKS.[fah]


Komentar Pembaca