Ini Catatan OJK untuk Perkembangan Bank Wakaf Mikro

Ekonomi  KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 10:21 WIB | Warni Arwindi

Ini Catatan OJK untuk Perkembangan Bank Wakaf Mikro

MoeslimChoice | Sepanjang Januari-September 2020, Otoritas Jasa Keuangan mencatat tambahan penyaluran pembiayaan Bank Wakaf Mikro (BWM) senilai Rp11,35 miliar sehingga secara kumulatif, angkanya mencapai Rp48.08 miliar dari semula Rp37,45 miliar per akhir 2019. Pada periode yang sama, jumlah nasabahnya bertambah sekitar 6,3 juta dari 28 ribu menjadi 34,3 ribu.

Advisor Bidang Perluasan Market Akses OJK Achmad Buchori mengungkapkan, penyaluran pembiayaan BWM ini sebagian besar mencakup pelaku usaha mikro dan super mikro di sekitar kawasan pondok pesantren.  "Berdasarkan data terkini yang bisa dilihat secara real time melalui aplikasi BWM, jumlah penyaluran pembiayaan itu ada peningkatan dibandingkan realisasi kumulatif keseluruhan tahun 2019," ungkap Buchori dalam keterangan resmi, Rabu, 9/9/20.

Soal tingkat pengembalian mengingat berlangsungnya wabah Covid-19, Buchori mengakui masalahnya. Namun, sambungnya, rasio pinjaman bermasalah dari nasabah BWM masih tergolong rendah karena didukung peran pengelola dan pengurus pesantren.

"Selain itu, skema tanggung renteng di antara para nasabah yang berada dalam satu kelompok yang saling mengenal juga mencegah kemacetan pengembalian lebih besar. Potensi macet itu ada tapi kami sudah mitigasi,” ujar Buchori.

Sejak lembaga keuangan mikro syariah ini diresmikan pada Oktober 2017, BWM hingga saat ini sudah tersebar di 56 lokasi mencakup 18 provinsi dari Aceh hingga Papua. Program BWM merupakan sinergi atau kerja sama antara OJK, para donatur, Laznas, dan tokoh masyarakat setempat, pimpinan pondok pesantren atau lembaga pendidikan tradisional.

Sedangkan untuk tahap berikutnya, OJK memfasilitasi pengembangan ekosistem digital BWM di tiga bidang: sisi pembiayaan, operasional, dan pengembangan usaha nasabah.

Untuk pembiayaan, jika sebelumnya penyaluran dana pinjaman diberikan secara tunai dan melalui pertemuan langsung secara fisik, kini nasabah akan menerima dana melalui aplikasi BWM mobile. Dari sisi operasional, kata Buchori, jika sebelumnya ada pertemuan kelompok reguler setiap minggu, kini mereka bisa memanfaatkan aplikasi Halaqoh secara virtual.

Sedangkan digitalisasi dalam kegiatan usaha yakni penjualan produk pelaku usaha dilakukan daring dengan pemasaran melalui BWM BUMdes dan pembayarannya melalui transfer dompet digital atau pembayaran dengan pindai barcode atau QRIS.

Fitur BWM mobile yang sudah tersedia juga dilengkapi layanan pembayaran tagihan listrik, BPJS, Telkom, pulsa listrik, pembelian pulsa telekomunikasi, hingga isi ulang dompet digital. "Jadi aplikasi ini sangat canggih bahkan level BPR sebagian besar belum punya seperti ini, BWM one step ahead," imbuhnya.

Achmad menambahkan, rencananya, digitalisasi BWM itu akan diluncurkan pada akhir Oktober bertepatan dengan HUT OJK atau paling lambat pada November 2020. Meski belum diluncurkan resmi, namun digitalisasi melalui aplikasi BWM itu sudah mulai diterapkan oleh para pelaku usaha mikro dan super mikro di sekitar kawasan pondok pesantren. (wrn)


Komentar Pembaca