MUI Lubuk Linggau Menyoal Pemakaman Khusus Covid-19 | Posisi Diarahkan ke Kiblat

Daerah  KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 08:01 WIB | Warni Arwindi

MUI Lubuk Linggau Menyoal Pemakaman Khusus Covid-19 | Posisi Diarahkan ke Kiblat

MoeslimChoice | Mungkin ada di daerah lain. Yang jelas, Majelis Ulama Indonesia Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menyoal arah makam khusus Covid-19 yang tak menghadap kiblat (arah salat) kabah di Makkah. Pemerintah Kota langsung menanggapinya untuk mengoreksi arah makam itu.

Wakil Ketua III MUI Kota Lubuklinggau, Ustad Fahmi Atiq mengungkapkan lembaganya menyoal arah makam karena muncul keluhan warga yang anggota keluarganya dimakamkan di lokasi khusus Covid-19 namun tak memenuhi ketentuan agama dan kepercayaannya.

"Alhamdulilah beberapa hal yang kita minta direspon oleh pemerintah dan Kemenag serta Satgas. Salah satunya perbaikan posisi kuburan yang akan segera diperbaiki karena sebelumnya tidak menghadap kiblat untuk diubah menghadap kiblat," kata Ustad Fahmi saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).

Selain itu, MUI Kota Lubuklinggau juga meminta agar status pasien ditentukan segera sebelum dimakamkan. Selama ini Satgas Covid-19 setempat beralasan perlu waktu dalam proses pengambilan Swab Test.

"Tapi pada intinya apa yang diminta MUI dan Kemenkes tidak saling bertolak belakang," ujarnya.

Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani mengaku beberapa saran yang disampaikan MUI kemarin terkait penanganan jenazah pasien Covid-19 di Kota Lubuklinggau akan segera diperbaiki. Selanjutnya, penanganan jenazah Covid-19 akan merujuk syariat Islam, antara lain menghadap kiblat.

Rahman juga mengaku, sudah menyampaikan langsung ke pihak rumah sakit agar pasien sebelum dimakamkan harus dipastikan betul, apakah pasien yang meninggal benar-benar terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. "Saya yakin akan maksimal kita laksanakan. Kita juga minta pihak rumah sakit pilih petugas yang paham dan mengerti. Nanti, ada ulama yang akan mendampingi saat penanganan jenazah pasien Covid-19," ujarnya. (wrn)


Komentar Pembaca