Ndableg Tanpa Masker di Pacitan Kena Denda

Daerah  RABU, 09 SEPTEMBER 2020 | 10:10 WIB

Ndableg Tanpa Masker di Pacitan Kena Denda

Penerapan Perbup Covid-19 di Pacitan. | Foto: Pemkab.

MoeslimChoice | Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ikut menerapkan sanksi denda bagi warga yang ndableg (masa bodoh, cuek) keluar rumah tanpa masker. Bupati Pacitan Indartato sudah meneken Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang menyertakan sanksi bagi para pelanggar.

"Sanksi denda administrasi bakal diterapkan setelah kegiatan dilaksanakan. Perkiraan awal bulan Oktober. Saat ini masih masif dilaksanakan sosialisasi. Dan sanksi diterapkan baru sanksi edukasi termasuk menulis data pelanggar dan lainnya," kata Jurubicara (Jubir) Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pacitan Rachmat Dwiyanto kepada kontributor moeslimchoice.com, Suluh Apriyanto di Pacitan. Rabu, 9/9/20

Ia mengungkapkan, warga yang melanggar Perbup itu bakal kena sanksi administratif dan denda yang didahului teguran tertulis. Bahkan, nilai denda bagi warga yang terbukti melanggar  protocol kesehatan dengan nominal Rp 50.000 Ribu sampai dengan Rp 500 Ribu.

Aturan sanksi itu, lanjut Rachmat, tertuang dalam Pasal 11 Perbup No 70 Tahun 2020. Cakupan sanksinya meliputi perorangan maupun pelaku usaha, pengelola, penyelenggaran serta penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Menurut dia, Perbup ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Antara lain mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan massa, dan selalu mencuci tangan pakai sabun untuk perorangan. Sedangkan pelaku usaha ataupun penanggung jawab kegiatan dan fasilitas umum perlu menyiapkan perangkat lengkap pencegahan hingga surat rekomendasi Tim Gugus Tugas Kabupaten.

"Intinya agar masyarakat sadar bahwa kita hidup dalam adaptasi kebiasaan baru atau berdampingan dengan corona. Sehingga kata kuncinya disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pada sisi lain masyarakat harus sadar sampai dengan saat ini vaksin pencegahan covid 19 dan obat untuk menyembuhkan covid 19 belum ditemukan. Sehingga masyarakat harus bisa mencegah penularan dan penyebaran covid 19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Rachmat

Situasi wabah global Covid-19 di Pacitan yang berpenduduk lebih dari 600 ribu jiwa hingga Selasa, 8/9/20 menunjukkan kasus positif coronavirus mencapai 93 kasus dengan 12 antaranya masih menjalani perawatan kesehatan. Sementara sisanya sudah dinyatakan sembuh. (wrn)


Komentar Pembaca