Arab dan Lebanon Kritik Jalan di Beirut yang Diberi Nama Jalan Qassem Soleimani

Internasional  SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 | 17:15 WIB

Arab dan Lebanon Kritik Jalan di Beirut yang Diberi Nama Jalan Qassem Soleimani

foto/net

Moeslimchoice. Sebagai penghomatan atas terbunuhnya Jenderal Iran, Qaseem Soleimani, namanya pun kini diabadikan menjadi nama sebuah jalan di pinggiran Selatan yang didominasi Hizbullah di ibu kota Lebanon. Gambar jalan itupun telah dibagikan di media sosial.

Dalam gambar, terihat jalan di Beirut itu bertuliskan "Martir Haji Qassem Soleimani Street" muncul di Twitter pada Minggu (6/8), yang kemudian menuai kritik dari pengguna warga Arab dan Lebanon.

Jalan, yang sebelumnya bernama "Fantasy World", diubah namanya oleh kotamadya Ghobeiry di pinggiran selatan Beirut, sebuah area yang dikenal sebagai "dahiyeh" yang sering digambarkan sebagai benteng Hizbullah.

Secara hukum, perubahan nama jalan di Lebanon harus disetujui oleh kementerian dalam negeri negara tersebut. Tidak jelas, apakah kementerian telah menyetujui perubahan nama dalam kasus ini aataukah belum.

Beberapa pengguna medsos warga Arab dan Lebanon mengkritik perubahan nama tersebut, menafsirkannya sebagai tanda lain dari pengaruh Iran di Lebanon.

"Jika bisa, kota Ghobeiry akan mengganti nama ibu kota Beirut menjadi 'Hajj Qassem Soleimani'," tweet seorang jurnalis yang berbasis di Lebanon dalam bahasa Arab.

Ulama Syiah Lebanon, Muhammad Ali al-Hussaini, yang kritis terhadap Iran dan Hizbullah, menggambarkan nama jalan dalam sebuah tweet berbahasa Arab sebagai "provokasi" dan "tantangan terang-terangan terhadap perasaan orang Lebanon dan Arab yang mengenal Soleimani sebagai teroris, yang meninggalkan cap destruktifnya di sejumlah besar negara Arab."

Soleimani, yang mengepalai Pasukan Quds, senjata luar negeri Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, terbunuh oleh serangan udara AS di bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. [mt/alarabiya]


Komentar Pembaca