Dukung Perekonomian Masyarakat Pesisir Selatan, Pemerintah Bangun Pabrik Pewarna Batik

Ekonomi  RABU, 02 SEPTEMBER 2020 | 13:47 WIB

Dukung Perekonomian Masyarakat Pesisir Selatan, Pemerintah Bangun Pabrik Pewarna Batik

Lisda Hendrajoni/ist

Moeslimchoice | Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat akan memiliki pabrik pengelolah getah gambir sebagai bahan baku pewarna Batik Lumpo, di Kecamatan IV Jurai, pada tahun 2021.

Pembangunan tersebut akan dilaksanakan menggunakan anggaran dari kementrian Perindustrian pusat sebesar Rp7,5 miliar.

Hal tersebut dibenarkan oleh Lisda Hendrajoni selaku anggota DPR RI asal Sumatera Barat I, saat kunjungan Dapil di Pesisir Selatan.

“Insha Allah Pelaksaaan pembangunan pabrik getah Gambir sebagai bahan baku pewarna batik akan dimulai pada tahun depan melalui anggaran APBN Kementrian Perindustrian,” ungkap Anggota Fraksi NasDem DPR RI tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (2/9/20).

Lisda juga menyebutkan, getah gambir yang diproduksi akan digunakan untuk mendukung beberapa usaha kerajinan batik di daerah tersebut. Selain itu kehadiran pabrik juga dimaksud untuk meningkatkan harga jual getah gambir yang semakin lesu.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, untuk melaksanakan pembangunan dan responnya cukup bagus. Karena keberadaan pabrik ini tentunya akan berpengaruh bagi perekonomian masyarakat, terutama para petani Gambir,” terang Lisda yang juga Ketua Dekranasda Pesisir Selatan tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, terkait kualitas getah gambir tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai pewarna, namun juga bisa digunakan sebagai bahan konsumsi obat-obatan, kosmetik, dan lain sebagainya.

Selain untuk mendongkrak harga getah gambir, kualitas pewarna dari getah gambir bisa menjadikan harga jual batik yang diproduksi perajin lebih baik. Sebab, warna yang digunakan perajin bebas dari bahan kimia.

Lisda Hendrajoni yang juga dinobatkan sebaga Bunda Etnik Indonesia Tahun 2019 tersebut, menjelaskan bahwasanya Pesisir Selatan Sumatera barat kaya akan pengrajin dan motif batik. Tidak saja Batik Lumpo Kecamatan IV Jurai, di daerah tersebut juga terdapat batik Mande Rubiah yang berada di Kecamatan Lunang.

"Motif-motif ini terinspirasi dari perpaduan klasik yang terdapat pada naskah kuno Rumah Gadang Mande Rubiah di Tapan. Namun, dari ribuan motif yang ada pada naskah kuno tersebut, baru empat motif saja yang diperkenalkan ke publik, sementara yang lainnya bakal di adopsi secara bertahap," tutur Lisda.

Selain pembangunan Pabrik Pengikah Gambir, pemerintah pemerintah pusat juga berencana membangun sebanyak 40 unit rumah di Lumpo yang bakal ditempati oleh para perajin batik.[fah]


Komentar Pembaca