Demokrat Putuskan Usung Aji-Gagarin di Pilkada Pacitan

Daerah  RABU, 26 AGUSTUS 2020 | 13:05 WIB

Demokrat Putuskan Usung Aji-Gagarin di Pilkada Pacitan

Kamhar Lakumani (kiri), Sekretaris Bappilu DPP Partai Demokrat, dan Arif Setya Budi (kanan), anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Pacitan

MoeslimChoice | Partai Demokrat menepis berbagai isu yang berkembang jelang Pilkada Pacitan, Jawa Timur, Desember 2020. Selasa (25/8/2020) malam, partai berlambang mercy itu memutuskan mengusung kader internalnya, Indrata Nur Bayuaji alias Mas Aji, sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Pacitan, berpasangan dengan Gagarin Sumrambah dari Partai Golkar di posisi Balon Wakil Bupati.

Informasi itu diperoleh setelah Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, menghubungi Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, melalui sambungan telepon selular.

“Tadi malam (Selasa, 25/8/2020), Partai Demokrat baru memutuskan Paslon yang akan diusung pada Pilkada Pacitan 2020. Setelah sebelumnya dilakukan survei, akhirnya diputuskan untuk memberikan SK Rekomendasi pada pasangan Indrata Nur Bayuaji dari Partai Demokrat dan Gagarin Sumrambah dari Partai Golkar,” kata Kamhar kepada MoeslimChoice, Rabu (26/8/2020).

Ia menambahkan, SK Rekomendasi dan formulir model B.1-KWK (Surat Pernyataan Dukungan) itu akan diserahkan pada Kamis (27/8/2020).

“Meski sudah diputuskan, SK Rekomendasi dan B.1-KWK baru akan diserahkan pada hari Kamis, 27 Agustus 2020, besok,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan mengaku belum menerima konfirmasi terkait kabar tersebut.

 

Isu Bumbung Kosong

Bagi Pacitan, Partai Demokrat memang menjadi pusat perhatian. Pasalnya, partai itu boleh dibilang merupakan “penguasa” di tanah kelahiran Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tersebut.

Maka, keputusan Partai Demokrat tadi seolah menepis berbagai isu yang cenderung memanas di Bumi Pacitan dalam beberapa pekan terakhir ini.

Salah satu isu lumayan panas yang sempat muncul di beberapa media, adalah kabar soal kemungkinan munculnya “bumbung kosong” di panggung pesta demokrasi Pacitan.

Arif Setya Budi, salah satu anggota dari Fraksi Partai Demokrat di DPRD Kabupaten Pacitan, ikut memberikan klarifikasinya terkait kabar yang ia nilai kurang pas kebenarannya tersebut.

“Semua itu belum jelas. Masih harus menunggu waktu. Secara resmi kan belum ada pengumuman apa-apa, tapi semua tokoh sudah berkoar-koar. Semua pihak harus menahan diri dulu, bersabar, menunggu waktu. Apapun yang terjadi nanti, Pilkada Pacitan ini tentunya bertujuan untuk menciptakan yang terbaik,” kata Arif kepada MoeslimChoice, Selasa (25/8/2020).

Terkait kemungkinan hasil rekomendasi Partai Demokrasi tak lepas dari isu sistem dinasti, karena Indrata Nur Bayuaji memang dikenal sebagai keponakan dari SBY, Arif serta merta menepis rumor tersebut.

“Tidak ada politik dinasti di Partai Demokrat. Semua punya hak yang sama. Kalau kita melihat pada rekam jejak Mas Aji, saya rasa sudah cukup jelas. Beliau kan sudah lama menjadi anggota DPRD Pacitan, tepatnya sejak 2009, dan selalu mendapatkan suara terbanyak di Dapilnya,” jelas Arif.

Ia juga menilai adalah hal wajar bila DPP Partai Demokrat kelak memberikan rekomendasinya kepada Indrata Nur Bayuaji.

“Proses berpolitik Mas Aji ini kan sudah lama. Bisa disebut dinasti itu bila proses berpolitik beliau berlangsung secara tiba-tiba, kemudian langsung menjadi Calon Bupati. Tetapi ini kan tidak, proses politik beliau sudah sangat lama,” imbuh Arif.

Ia kemudian berpesan agar para Balon lain yang tidak mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat harus bersikap legowo, karena semua itu merupakan bagian yang terpisahkan dalam proses berdemokrasi. [yhr]


Komentar Pembaca