Duka Bom Beirut| Hakim Lebanon Keluarkan Dua Surat Penangkapan Baru Terkait Ledakan

Internasional  MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 | 05:10 WIB

<b> Duka Bom Beirut</b>|  Hakim Lebanon Keluarkan Dua Surat Penangkapan Baru Terkait Ledakan

foto/net

Moeslimchoice. Seorang hakim di Lebanon yang memimpin penyelidikan atas ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut, mengeluarkan dua surat perintah penangkapan baru pada Jumat (21/8), kata sumber pengadilan kepada AFP.

"Hakim penyidik, Fadi Sawan, melanjutkan penyelidikannya ... dan hari ini mengeluarkan dua surat perintah penangkapan," kata sumber itu.

Menurut Kantor Berita Nasional resmi, subjek surat perintah adalah direktur otoritas Bea Cukai Beirut, Hanna Fares dan Nayla Al-Hajj, seorang insinyur yang dikontrak untuk pekerjaan pemeliharaan di Gudang 12, tempat ledakan itu terjadi.

Stok besar amonium nitrat yang disimpan tanpa jaminan selama bertahun-tahun di Gudang kumuh di pelabuhan ibu kota Lebanon meledak pada 4 Agustus lalu.

Ledakan itu menyebabkan kerusakan parah di seluruh wilayah kota Beirut, dan menewaskan sedikitnya 181 orang dan melukai lebih dari 6.500 orang.

Lebanon telah melancarkan penyelidikan atas bencana tersebut, yang oleh banyak pihak disalahkan atas kelalaian resmi dan juga  korupsi.

Sejauh ini, surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk enam dari 25 orang yang saat ini menghadapi tuntutan hukum atas ledakan itu, termasuk direktur jenderal Pelabuhan Beirut, Hassan Koraytem dan Direktur Jenderal Bea Cukai, Badri Daher.

Sementara itu, pihak berwenang telah menolak seruan masyarakat luas untuk dilakukan penyelidikan Internasional, penyelidikan Lebanon dibantu oleh para ahli asing, termasuk dari Biro Investigasi Federal AS (FBI).

Prancis, yang termasuk di antara beberapa warganya yang tewas, telah meluncurkan penyelidikannya sendiri.[mt/AN]


Komentar Pembaca